Apa Yang Terjadi, LEMI Tidak Diikutsertakan Dalam Launching Gerakan 15.000 Wirausaha HMI

Jakarta, patriot.id — Untuk mendorong potensi kewirausahaan Kader HMI se-Indonesia Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melibatkan Kementrian Koperasi dan UMKM serta Kahmi Preneur pada launching “Gerakan 15.000 Wirausaha HMI” di Universitas Padjajaran Jatinangor, Jawa Barat, Selasa (22/05/2018).

PB HMI mempercayakan acara itu pada Bidang Kewirausahaan PB HMI dan tidak mendayagunakan Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI) sebagai Lembaga Pengembangan Profesi HMI yang khusus bergerak dalam bidang perekonomian.

“Dengan tidak undangnya LEMI dalam kegiatan itu, PB HMI dengan Bidang Kewirausaan-nya terlihat tidak profesional karena memandang sebelah mata bahkan menganaktirikan LPP yang khusus bergerak dalam pengembangan profesi di bidang ekonomi ini,” ungkap Sudirman Hasyim Direktur Eksekutif LEMI Cabang Jakarta Pusat-Utara Priode 2017-2018 lewat via panggilan WA saat berada di Sekretariat HMI Cab. Jakpustara, Jl. Cilosari No. 17, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu siang (26/05).

Untuk menjadikan indonesia negara maju PB HMI periode 2018-2020 menyadari perlu mewujudkan peningkatan ekonomi melalui program 15.000 Wirausaha HMI. Tetapi tidak melibatkan LEMI, seperti ada kekeliruan menerumuskan sasaran kegiatan.

“Kewirausahaan sebagai bagian dari profesi dalam bidang kehidupan idiil yang selama ini Lemi soroti, tetapi pada saat launching itu LEMI tidak diberi ruang untuk menegaskan keberadaan. Seperti telah terjadi kekeliruan pada sasaran kegiatan kerena Lemi tidak dilibatkan pada acara di bidang profesinya,” tutur Sudirman.

Sudirman menambahkan, “Jangan karena yang dilibatkan dalam acara tersebut adalah para pemangku kepentingan publik apalagi sesuai arahan dari Jokowi untuk mengejar ketertinggalan agar Indonesia menjadi Negara maju, kegiatan-kegiatan PB HMI ikut tenggelam di arus kepentingan para elit sehingga tidak dapat bersikap profesional,” tegasnya.

Dari 25 LEMI HMI Cabang se-Indonesia dan Bakornas LEMI PB HMI yang notabene masih aktif menjalankan berbagai program kerjanya sama sekali tidak ada satupun yang di ikut sertakan dalam Launching itu.

“Total jumlah LEMI yang di Cabang-Cabang ada 25 dengan 1 Bakornas-nya, tetapi tidak ada sama sekali kami dapatkan pemberitahuan/undangan dari agenda launching kewirausahaan ini. padahal LEMI semua-nya masih aktif berkegiatan menjalankan program kerjanya,” tutur Sudirman Hasyim Dirut LEMI Cab. Jakpustara.

Dalam pandangan Sudirman, Apa bila LEMI di libatkan pada Launching itu, sebenarnya akan berpengaruh besar dalam membangkitkan semangat Lembaga Profesi di bidang ekonomi ini karena sesuai basic pengabdian-nya. Tentunya tidak akan melemahkan popularitas bidang kewirausahaan PB HMI, malah disitu akan terbangun suatu sinergisitas dalam menumbuhkembangkan perekonomian nasional.

“LPP di  tubuh HMI bukan berarti melemahkan, justru malah menguatkan dan membuatnya semakin maju. Tugas PB HMI seharusnya menyediakan ruang untuk LEMI, dan ini yang di support penuh oleh PB HMI sebagai pemantik semangat LEMI untuk berkarya,” ujar Sudirman.

Ia menambahkan, “Hanya dengan pendayagunaan LEMI secara tepat sasaran. HMI pasti bisa meningkatkan peran kader-nya dalam bidang ekonomi, apalagi ketika LEMI dapat bergandengan tangan dengan Bidang Kewirausahaan PB HMI tentunya peluang memajukan perekonomian lebih besar, tutup Sudirman Dirut LEMI Cab. Jakpustara itu. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*