APMBDM Demo Polda NTB Sampaikan 6 Tuntutan Terkait Kekerasan Aparat di Sape

Mataram, Patriot.id — Setelah melaksanakan konsolidasi kurang lebih 5 hari, akhirnya pada Kamis (21/2) pagi, Massa Aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bima Dompu Mataram (APMBDM) berhasil menggeruduk Kantor Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda-NTB).

Demosntrasi itu merupakan respon dari perilaku represif Polres Bima Kota; sewenang-wenang menembak demonstran dan anak kecil berusia 5 tahun, pada Jum’at (15/2) lalu, dalam demonstrasi di Kec. Sape, Kab. Bima, NTB.

Kordinator Aksi (Korlap) Dwi Alan Ananami Putra sangat menyesalkan dan mengutuk keras tindakan aparat yang tidak berprikemanusiaan: menembak dan memukul para demonstran.

“Rakyat diperlakukan sebagai musuh, rakyat ditembak, kami prihatin,” teriaknya dalam orasi di depan pintu gerbang timur Kantor Polda NTB, Kota Mataram, Kamis (21/02/2019).

Alan juga sangat menyayangkan terjadinya kepongahan, keteledoran dan kejahatan aparat yang telah menembak anak-anak dengan membabi buta.

“Kami minta bapak Kapolda NTB mencopot Kapolres Bima Kota, dan memecat secara tidak terhormat oknum polisi yang menembak warga dan anak usia 5 tahun,” tukasnya.

Sementara itu, selaku salah satu orator dalam aksi, Aktivis Mahasiswa Kur’an Kritis, menilai bahwa ulah aparat kepolisian sangatlah fatal. Sama sekali tidak mencerminkan demokrasi dan hukum yang berlaku.

“Menembak warga, selain melabrak hukum, juga sikap anti demokrasi. Kami mengecam tindakan anti demokrasi Polres Bima Kota,” tegas Kur’an.

Adapun isi tuntutan APMBDM yang telah ditandatangi Korlap Aksi, Kordum Aksi bersama salah seorang perwakilan Polda NTB, adalah berisi 6 poin. Sebagai berikut:

1. Mengacam semua bentuk tindakan represif aparat terhadap warga Negara;

2. Mendesak Kapolda NTB untuk melakukan pemecatan terhadap Kapolres Bima Kota;

3. Memecat oknum-oknum Polisi yang menembak warga di Desa Bugis Kecamatan Sape;

4. Membentuk Pansus untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM dalam pengawalan kepolisian yang berimbas pada penembakan warga Negara;

5. Mendorong Komnas HAM untuk menyelidiki dugaam pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Polres Bima Kota di Kecamatan Sape;

6. Memanggil Bupati Bima sebagai penyebab tindakan kekerasan di Kecamatan Sape.

(*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*