Banalitas Politik Dinasti Bupati Bima

(Sebuah kritikal terhadap sistem politik kerajaan turun temurun)

Oleh: M. Raihan Al Afif
(Mahasiswa Tonda – Madapangga Mataram)

 

Patriot.id — Dalam bentuk yang halus, politik dinasti muncul dalam gejala ”Dinasti Politik” yang mendorong anak keluarga elite-elite lama untuk terus memegang kekuasaan yang diturunkan ”Secara Demokratis” oleh para pendahulu mereka.

Politik dinasti seolah-olah telah mengakar di berbagai belahan wilayah. Salah satu wilayah yang masih dijangkiti oleh politik dinasti ini adalah Daerah Kabupaten Bima NTB.

Kontestasi Politik serentak di tahun 2019 memberikan kehangatan dalam aktivitas politik, baik di ranah Pilpres maupun Legislatif. Di ranah legislatif sendiri ditandai dengan hadirnya figur politik anak kandung dari Bupati Bima Indah Damayanti Putri.

Sebagai keturunannya, Muhammad Feriyandi memberikan penyakit pada lambung demokrasi. Pasalnya putra dari Mantan Bupati Bima Alm. H. Fery Zulkarnain, ST, kini mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Kabupaten Bima. Sinopsis tersebut memberikan pesan ke publik bahwa Politik Dinasti kian menjamur dan menggerogoti lambung demokrasi.

Realitas yang kasat mata tersebut mendorong rangsangan publik untuk mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap kekuasaan keturunan kerajaan yang dinilai cacat dalam membangun Daerah Bima khususnya. Setelah kita melihat begitu banyak janji palsu yang dilontarkan oleh Bupati Bima terhadap masyarakat Kabupaten Bima pada umumnya.

Di tengah hiruk pikuk konstalasi politik di tahun 2019 ini, hadirnya MUHAMMAD FERIYANDI di kontestasi legislatif DPRD Kabupaten Bima khususnya Dapil 2 Bolo – Madapangga menghadirkan gelombang kritik yang masif dan mosi tidak percaya dari masyarakat Bolo – Madapangga.

Paling banter, adapun masyarakat Desa Tonda dan sekitarnya kini tidak mempercayai lagi politik dinasti yang dibangun oleh Keluarga Kerajaan tersebut. Karena hanya menguntungkan kelompok-kelompok elite dan merugikan Rakyat kecil.

#BOLO_MADAPANGGA_MENOLAK_POLITIK_DINASTI
#TOLAK_DINASTI_KEKUASAAN

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*