Banggar DPRD Bangka Selatan Sarat Kepentingan

Bangka Selatan, Patriot.id — Menjelang penetapan anggaran Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangka Selatan terlihat kegirangan. Mereka melakukan upaya-upaya penyalahan mekanisme organisasi dan penyalahgunaan kewenangan. Makanya kerja dilakukan tapi tak mau mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan

Lihat saja bagaimana diabaikannya mekanisme pengajuan anggaran: setiap anggota dewan enggan mengajukan kegiatan usulan lewat Fraksi. Padahal Fraksi sudah mengusulkan melalui komisi masing-masing yang membidangi sesuai usulan kegiatan yang dibutuhkan rakyat pemilik kedaulatan.

Setelah Fraksi mengusulkan dengan komisi yang sudah terbentuk barulah dana-dana disesuaikan oleh badan anggaran. Prosesnya dibahas pada rapat Tim Banggar DPRD Bangka Selatan bersama TAPD Pemkab Bangka Selatan. Di situlah lokus dilakukannya harmonisasi dan sinkronisasi agar seluruh usulan terakomodir berdasarkan kebutuhan rakyat yang diusulkan.

Alhasil, setelah itu semua sudah selesaikan. Barulah Rapat Paripurna Penetapan APBD 2020 bisa dilakukan. Namun mekanisme ini tak mau diindahkan. Sepertinya DPRD punya haluan sendiri soal anggaran. Makanya mereka enggan mau mengikuti ketentuan.

Pengamat politik Bangka Selatan–M. Efendi–sangat kecewa melihat wakil rakyat mempertontonkan kebebalan: mengabaikan mekanisme yang telah ditentukan. Baginya, itu berarti ada indikasi busuk: sarat kepentingan apa saja. “Kalau ini dibiarkan maka akan terjadi gejolak dan merusak tatanan organisasi,” terkanya, di Bangka Selatan, Rabu (26/11/2019).

Salah satu masyarakat juga seirama dengan pendapat barusan. Baginya, wakil rakyat tidak memberikan kebaikan tauladan. Justru mereka menampilkan kebodohan; buktinya penetapan anggaran enggan berpatokan pada aturan.

“Wakil rakyat harus memberikan contoh yang baik. Jangan salah gunakan jabatan untuk kepentingan individu atau kelompok…. Ketua DPRD Bangka Selatan harus tegas dan meluruskan keganjilan ini. Tidak boleh ada keberpihakan yang merugikan masyarakat Bangka Selatan,” pungkas seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*