Demokrasi Terancam, Sekum HMI Cabang Langsa: Kapolri, Menyampaikan Pendapat Adalah HAM!

Jakarta — Penyebaran pandemi Covid-19 belum selesai. Indonesia adalah salah negara yang tengah terbatah-batah menghadapi persoalan ini. Bukan hanya kurang koordinasi, tapi juga sangat panik sehingga kebijakan-kebijakannya menerabas pelbagai aturan yang lebih tinggi.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini di tengah pandemi Covid-19, masih saja pihak aparat kepolisian membuat kebijakan yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia dalam menyampaikan pendapat di muka umum,” ucap Abdi Maulana, Sekretaris Umum HMI Cabang Langsa, Senin (1/6).

Baginya, kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia.

“Kemerdekaan setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum merupakan perwujudan demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkapnya. 

Untuk membangun negara demokrasi yang menyelenggarakan keadilan sosial dan menjamin hak asasi manusia diperlukan adanya suasana yang aman, tertib dan damai. Hak menyampaikan pendapat di muka umum secara bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku UU no 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum yang sejalan dengan pasal 28 UUD 1945 dan pasal 9 tentang Deklarasi Universal HAK Asasi Manusia.

“Hari ini jelas dan sangat jelas terlihat oleh masyarakat Dunia khususnya Indonesia terkait sistem Demokrasi di Indonesia yang telah di persekusi oleh oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab. Contohnya, ditangkapnya para aktivis baik itu dikalangan pemuda dan mahasiswa, terlebih lagi di perjelas dengan dipanggilnya salah satu Ex Prajurit TNI (Panglima serdadu exs Trimatra Nusantara, Ruslan Buton),” terangnya.

Untuk itulah, kata Abdi Maulana, kepada Bapak Kapolri yang terhormat, ketahuilah, nama besar Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso, merupakan sosok ideal polisi sepanjang masa. Sikap bersih, sederhana, jujur, merakyat dan tegas, mengantarkan Hoegeng menjadi legenda di kepolisian.

“Ini bisa menjadi sebuah acuan dan referensi untuk bapak lakukan demi menghindari pertumpahan darah sesama anak bangsa dan saya berharap bapak bersikap demikian. Ketika pertiwi memanggil kami selaku kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) siap menjadi garda pelapis Rakyat Indonesia untuk menjaga kedaulatan berbangsa dan bernegara serta menegakan keadilan sosial sesuai nilai-nilai yang tertera dalam Pancasila,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*