Dosen Biologi FMIPA Unila Gelar Pelatihan Metode PSN 3M Plus

Bandar Lampung — Endah Setyaningrum, Nismah Nukmal, Nuning Nurcahyani, dan Bambang Irawan. Keempatnya adalah dosen Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Lampung (Unila).

Untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi maka mereka mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Sasaran kegiatan PKM ini adalah segenap tenaga kebersihan di lingkungan Unila.

Foto 1: Suasana penyampaian materi PSN 3M Plus, saat dalam ruangan kampus Unila.

“Tenaga kebersihan diberikan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kebersihan di lingkungan Universitas Lampung, dengan strategi pengendalian penyakit DBD menggunakan metode Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M [Menutup, Menguras, dan Mengubur–red] Plus. Sebab, masih banyak petugas kebersihan yang belum mengetahui tempat-tempat yang berpotensi sebagai tempat perindukan nyamuk demam berdarah (DBD) yang ditimbulkan dari sampah,” ungkap Endah Setyaningrum, di Universitas Lampung, Jln. Soemantri Bojonegoro, No. 1 Bandar Lampung, Kamis (20/02).

Selaku bagian dari Tim Pengabdian, dia juga memaparkan bahwa demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan/dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Virus tersebut akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. “Penyakit DBD ini erat sekali hubungannya dengan masalah kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Sedangkan Nismah Nukmal menambah bahwa penanggulangan penyakit demam berdarah saat ini sudah mulai dilakukan dengan beberapa metode. Metode yang banyak diterapkan saat ini, adalah tindakan pencegahan antara lain program pengendalian vektor.

“Program ini merupakan salah satu metode yang tepat untuk memutus rantai penularan DBD, yaitu dengan mengurangi kontak manusia-vektor-pathogen dengan cara menghilangkan tempat-tempat yang potensi sebagai perindukan nyamuk,” jelasnya.

Beberapa kegiatan pengendalian vektor DBD telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat belum menunjukkan hasil yang nyata. Bagi Nuning Nurcahyani, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah kasus DBD dari tahun ketahun terutama pada saat musim hujan. 

“Untuk mengurangi tingkat penularan DBD di lingkungan kampus Universitas Lampung diperlukan pelatihan bagi para petugas kebersihan Universitas Lampung untuk mengelola lingkungan kampus agar tidak menjadi sumber perindukan nyamuk,” terangnya.

Secara umum materi penyuluhan mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari para peserta mengingat penyakit ini sudah dikenal luas. Namun metode pengendalian belum banyak dikenal. Menurut Bambang Irawan, hasil evaluasi selama ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 60%. Itu berdasarkan hasil evaluasi hasil pre-test dan post-test. 

“Kesimpulan dalam pelatihan  adalah dengan meningkatnya pengetahuan para tenaga kebersihan di Lingkungan Universitas Lampung tentang pengendalian Vektor penyakit DBD menggunakan metode PSN 3M plus sangat bermanfaat mengingat keberadaan nyamuk Aedes sebagai vektor DBD sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan terutama yang berhubungan dengan air tergenang baik di dalam maupun di luar rumah,” tutupnya. (*)

About (0) 1018 Articles
berat sama dipikul, ringan sama dijinjing

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*