Empat Langkah Penangangan Pandemi dari Subsatgas Covid-19 Grup 3 Kopassus

Jakarta — Subsatgas Covid-19 Grup 3 Kopassus yang dikomandani Mayor Inf M. Benrieyadin Sjafrie melaksanakan pencegahan penyebaran Covid-19 secara door to door.

Menurut Benrie, langkah pertama adalah dengan melakukan identifikasi. Yaitu melaksanakan kegiatan pendataan aktivitas dan pemeriksaan kesehatan secara door to door terhadap personel dan keluarga Grup 3 Kopassus. 

“Untuk mengoptimalkan langkah identifikasi dibentuk check point kesehatan dan pengumpulan keterangan yang dilakukan secara konsisten setiap harinya untuk mengetahui tren internasional, nasional, bahkan sampai di lingkungan kecamatan yang menjadi daerah pengawasan Grup 3 Kopassus,” papar Benrie, yang juga Danyom 32 Grup 3 Koppasus ini, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (2/6). 

Langkah kedua, melaksanakan mitigasi melalui penekanan penggunaan masker dan physical distancing serta pembatasan dan pengawasan personel keluar-masuk Kesatrian Ahmad Yani. 

Untuk meminimalisasi mobilitas prajurit dan keluarga, Koperasi Tribuana III yang berada di Grup 3 Kopassus diarahkan untuk menyediakan kebutuhan pokok seperti sembako, obat-obatan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. 

“Sejak pemerintah mengumumkan kondisi musibah nasional non-alam, Kopassus bergegas menindaklanjuti keputusan tersebut dengan mengimplementasikannya melalui langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 secara seksama, tegas dan konsisten, dimulai dari dua langkah krusial, yaitu identifikasi dan iitigasi,” ujar Benrie.

Langkah ketiga adalah melakukan penanganan, yang dilaksanakan dengan metode preventif dan represif. Penanganan secara preventif: menyediakan ruang disinfektan dan melaksanakan penyemprotan di perumahan dan perkantoran. Sedangkan secara represif: pemberlakuan isolasi mandiri dan pemeriksaan kesehatan setiap harinya bagi prajurit atau keluarga yang diklasifikasikan sebagai OTG maupun ODP. 

Dan langkah terkahir, rehabiltasi. Dititikberatkan untuk melindungi prajurit dan keluarga agar tidak terpapar oleh virus yang berasal dari Tiongkok tersebut. “Caranya dengan penyemprotan-penyemprotan secara massif di ruang publik dan akses keluar masuk yang rentan penyebaran virus,” ucap Benrie. 

“Alhamdulillah, hari ini pun, tidak ada lagi prajurit dalam daftar OTG maupun ODP,” tutupnya.  (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*