Gerakan Diet Seribu Sampah

Mataram, Patriot.id — Ikatan Pelajar Mahasiswa Mbeliling Sano Nggoang (IPM2S), pada Minggu (14/7), menggelar aksi peduli lingkungan hidup di Pantai Gading, Kota Mataram. Gerakan ini diberi nama ‘Diet Seribuh Sampah’ Kegiatannya begitu menarik dan menyindir pejabat publik: mereka membersihkan dan membangkar sampah-sampah yang tak mampu diurus instansi pariwisata dan kebersihan.

Jenis utama yang menjadi incaran adalah sampah plastik, karena disinyalir merupakan kotoran yang paling memberi dampak buruk bagi lingkungan. Memang rerompahan plastik merupakan kategori benda yang paling banyak tersebar dan mengotori Pantai Gading.

Ini merupakan wujud konkrit kepedulian lingkungan. Para  pemuda-mahasiswa itu terlihat dengan senang hati memungut sampah-sampah yang menyebabkan pantai menjadi kotor.

Sementara itu, sbagian sampah seperti; kardus bekas, ranting pohon, sedotan minuman dari plastik, botol plastik yang masih bisa dimanfaatkan akan disulap menjadi aneka ragam bentuk kerajinan.

Aksi simpatik ini bisa sekaligus menjadi contoh bagi warga masyarakat agar ikut serta menjaga lingkungan dan memupuk kesadaran agar selalu membuang sampah pada tempatnya.

Bagi mereka sampah atau kebersihan bukan menjadi persoalan aturan atau kebijakan, tapi soal keyakinan, budaya dan nilai. Gerakan ini meyakini: kebersihan sebagian dari iman. “Maka kalau masih belum ada kesadaran menjaga kebersihan, jangan-jangan keimanan, budaya dan nilai tidak terbangun dan tidak menjadi panduan,” tandas teman-teman IPM2S tatkala membersihkan Pantai Gading, Kota Mataram, Minggu (14/07/2019).

Menurut mereka, seseorang membuang sembarangan karena orang lain melakukan hal itu. Suatu kesalahan menjadi sebuah klaim kebenaran apabila dilakukan berulang-ulang dan oleh banyak orang.

Ketua IPM2S Muhammad Jufryani Gun mengatakan, “Masalah menjaga kebersihan di Indonesia menurut saya ada 3 hal penting. Antara lain: pertama, kesadaran setiap orang bahwa kebersihan itu penting sekali; kedua, kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah kepentingan bersama; dan ketiga, kewajiban pemerintah untuk membuat managemen sampah, baik yang bisa didaur ulang, maupun yang harus dihancurkan yang efektif dan efisien,” ujarnya.

Membangun aturan serta kontrol yang tegas mengenai kebersihan. Kesadaran diri mengenai kebersihan didasari pada pendidikan dan kemauan untuk hidup bersih. Karena kata Gun, kalau tidak bersih, kita bisa kena penyakit yang akhirnya hidup menderita.

Kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan di mana kita berada harus dipreferensi. Lanjutnya, sering kali di tempat kita tinggal dan tempat kita hidup ada saja orang yang tidak peduli dengan kebersihan. Mungkin karena budaya yang berbeda, pendidikan berbeda, tingkat hidup berbeda, pola pikir berbeda, mental berbeda, strata sosial berbeda, menyebabkan melihat tingkat kebersihan menjadi berbeda.

“Orang-orang seperti ini memang tidak peduli saja sama orang lain apalagi disuruh sama-sama bersih tidak mau. Sudah tidak mau tidak mau tahu lagi. Padahal di Nusa Tenggara Barat, keindahan pantai menjadi salah satu daya tarik alam yang bisa dijadikan objek wisata yang sangat berharga. Kini, Lombok menjadi tujuan wisata internasional selain Pulau Bali,” tutupnya. (Isma)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*