Gubernur NTB dan Bupati Bima Tidak Respon Undangan Haflah Qur’an Mencoreng Amanat HMTB

Pres rilis

Pemuda Desa Rasa Bou

“Surat Permohonan Kehadiran Gubernur NTB dan Pemda Kabupaten Bima dalam Acara Haflah Qur’an Qori-Qoriah Nasional dan Internasional di Sila Desa Rasabou Tidak Ada Kepastian dan Respon!”

Patriot.id — “Bersahabatlah dengan Al-Qur’an, menjadi keluarga Terdekat sang Maha Rahman”.

Haflah Qur’an yang dihadiri oleh Qori-Qoriah Nasional dan Internasional di Desa Rasa Bou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima tidak ada respon dari Gubernur NTB serta Pemda Kabupaten Bima.

Kegiatan Mulia itu seharusnya mendapat Respon dari Pimpinan-Pimpinan Daerah. Karena ini merupakan langkah dan Momentum kegiatan pada malam tahun baru–merupakan waktu yang tepat sehingga “Himbaun Malam Tahun Baru (HMTB)” yang dikeluarkan Gubernur NTB dan Bupati Bima berkaitan dengan malam tahun baru harus diisi kegiatan positif keagamaan, bisa disejalan dan selaraskan.

Akan tetapi, begitu sulitnya prosedur dan sulitnya menghadirkan Gubernur dan Bupati sangat dirasakan kepanitian kegiatan Haflah Qur’an. Mulai dari prosedur yang sulit ditambah respon dari berbagai Pihak Pemprov maupun Pemda sangat tidak memberikan kepastian.

Kegiatan mulia itu seharusnya mendapat respon dari para Pimpinan Daerah ini melihat momentum diadakan pada malam tahun baru dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai desa dan kecamatan. Apalagi kegiatan ini, adalah untuk kali pertama yang diadakan di NTB Haflah Qur’an dengan menghadirkan Qori-Qoriah Nasional dan Internasional sebanyak 11 Qori dan Qoriah Nasional dan Internasional.

Sebagai bentuk implementasi visi dan misi dalam bidang keagamaan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dalam menyambut malam tahun baru bersama kegiatan positif, seharusnya para Pimpinan daerah Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati hadir dan memberikan konstribusinya dalam kegiatan Mulia ini, kegiatan Mulia yang bukanlah kegiatan seremonial semata akan tetapi merupakan kegiatan keagamaan yang harusnya menjadi Prioritas karena sejalan dan selaras dengan “Visi dan Misi NTB” ini.

Lalu harus bagaimana ketika tidak direspon? Kegiatan sepositif yang murni diadakan oleh masyarakat dan pemuda yang hanya tingkat desa tapi mampu menghadirkan kegiatan se-Tingkat Nasional akan tetapi respon Pimpinan Daerah tidak ada bahkan hampir bisa dikatakan tidak direspon, prosedur sulit baik dari Pemda Bima maupun Pemprov NTB.

Semoga Aspirasi konsturuktif ini mendapat respon dengan Kehadiran Bapak Gubernur dan para Pimpinan Daerah Kabupaten Bima dalam kegiatan mulia ini, kegiatan Pertama dalam NTB di Tingkat Desa bersekala Nasional dan Insyaallah dihadiri ribuan masyarakat. Seharusnya Kepala Daerah mampu hadir di tengah masyarakat yang telah memilih dan mengantarnya pada kursi empuk kepemimpinan.

“Surat cinta paling indah adalah ayat-ayat penuntun berkah
Jika dibaca pahala melimpah
Jika diamalkan maka sampai jumpa di Taman Jannah.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*