Helikopter Buatan AS Jatuh Lagi, Delapan Pejabat Militer Taiwan Mati

Situasi di lokasi jatuhnya helikopter Black Hawk yang ditumpangi pejabat militer senior Taiwan Foto: Yilan Fire Bureau via AP

Taipei – Delapan pejabat senior militer Taiwan meninggal dalam kecelakaan helikopter Black Hawk, di area pegunungan dekat ibu kota Taipei. Panglima Militer atau Kepala Staf Jenderal Taiwan Jenderal Shen Yi-ming, merupakan salah satu korban tewas dalam insiden ini

Seperti dilansir AFP dan CNN. Jumat (3/1/2020), Shen tewas bersama tujuh pejabat militer lainnya, yang tiga di antaranya diketahui berpangkat Mayor Jenderal, dalam kecelakaan maut yang terjadi pada Kamis (2/1) waktu setempat.

Kecelakaan ini terjadi menjelang pemilihan presiden (pilpres) Taiwan yang akan digelar pada 11 Januari mendatang. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, membatalkan seluruh aktivitas kampanye selama tiga hari ke depan untuk menghormati Shen. 

Bendera setengah tiang akan dikibarkan di seluruh unit militer Taiwan selama tiga hari ke depan untuk menghormati Shen. Pemerintah Taiwan menyebut Shen sebagai pejabat militer dengan pangkat tertinggi yang gugur dalam tugas.

“Hari ini adalah hari saat kita merasakan kesedihan mendalam karena beberapa jenderal paling terkemuka kita gugur dalam tugas. Saya meminta Menteri Pertahanan untuk menjaga kestabilan moral militer pada saat-saat sulit ini demi memastikan kesiapan militer dan operasional pertahanan demi keselamatan dan stabilitas negara kita,” tegas Presiden Tsai melalui pernyataannya ke sejumlah media internasional.

Dari data yang beberkan Pemerintah Taiwan, memang sejumlah kecelakaan kerap kali melibatkan helikopter Black Hawk. Heli yang dibeli dari Amerika Serikat ini telah beberapa kali celaka di angkasa Taiwan. Tahun 2018 lalu, sebuah helikopter militer badan penyelamat pemerintah jatuh saat menjalani misi medis di Orchid Island. Periatiwa na’asyang menelan enam nyawa ini–disebut-sebut–disebabkan oleh kesalahan manusia. Persis jatuhnya helikopter yang terjadi pada tahun 2016, namun kala itu tanpa korban jiwa.

Kini kecelakaan terjadi lagi pada 2020. Helikopter Black Hawk jenis UH-60M itu diketahui membawa 13 orang. Dituturkan Komandan Angkatan Udara Taiwan Letnan Jenderal Hsiung Hou-chi, delapan orang termasuk Jenderal Shen tewas dan lima lainnya selamat.
Shen–yang berusia 62 tahun–bersama rombongannya sebenarnya sedang menjalankan misi rutin untuk mengunjungi para tentara di wilayah Yilan menjelang Tahun Baru China.

Hanya saja helikopter militer itu menghilang dari radar sekitar 13 menit usai lepas landas dari New Taipei City pada Kamis (2/1) pagi waktu setempat. Makanya penyebab kecelakaan ini belum diketahui pasti. Namun Hsiung menyebut kondisi helikopter itu ‘tidak ideal’ dan menegaskan bahwa otoritas setempat telah membentuk satuan khusus untuk menyelidiki kecelakaan, terutama mencari tahu penyebabnya.

“Kami menyelidiki apakah (penyebab kecelakaan) faktor lingkungan atau mesin,” ucap Hsiung kepada wartawan setempat.

Jenderal Shen awalnya ditemukan dalam kondisi sadarkan diri oleh tim pencari dari Departemen Pemadam Kebakaran New Taipei City, namun dia meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit. 

Untuk diketahui, Shen lulus dari Akademi Angkatan Udara Taiwan tahun 1979 dan dari US Air War College tahun 2002. Dia sebelumnya menjabat sebagai Komandan Angkatan Udara Taiwan. Sejak Juli 2019, Shen menjabat sebagai Kepala Staf Jenderal pada Angkatan Bersenjata Taiwan, atau juga disebut sebagai Panglima Militer Taiwan.

Sebagai pemimpin tertinggi militer Taiwan, Shen bertanggung jawab mengawasi pertahanan Taiwan terhadap China, yang sebelumnya mengancam akan mengerahkan kekuatan militer jika diperlukan untuk mencaplok wilayah yang dianggap bagian wilayahnya. Shen membawahi korps Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan udara dan Satuan Kepolisian Militer Taiwan. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*