Hutan Istanaku: Refleksi terhadap Kondisi Gunung di Bima Desa Tonda Kec. Madapangga Kab. Bima

PERS RILIS FORMATOGA-MATARAM

Bima, Patriot.id — Sumber daya terbesar lahir dari Alam yg di Anugerahkan untuk manusia dalam memberikan kelangsungan hidup bagi seluruh Mahkluk manusia. Senantiasa dijaga dan dirawat layaknya Anak kandung. Manusia sebagai mahkluk sosial sebagai Mahkluk yang rasional sudah menjadi Tanggung jawab besar dalam merawat alam semesta beserta isinya.

Alam adalah salah satu sumber daya yang mampu merubah peradaban manusia yang dapat menyediakan segala kebutuhan hidup mahkluk manusia.

Indonesia adalah salah satu Negara yang menyimpan sejumlah potensi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya baik sumber daya Manusia maupun sumber Daya Alam utk membangun suatu peradaban Bangsa yang lebih berkemajuan,sebagaiman yg di katakan oleh James Scott “Alam Merupakan Faktor pendukung dalam mendukung sistem pembangunan suatu Bangsa” Perihal tersebut sangat bertolak belakang dengan kondisi bangsa indonesia timbul berbagai macam problem-problem yang di hadapi sekarang yang melahirkan Kondisi yang cukup Memprihatinkan Khususnya di sektor pertanian dn kehutanan. Di sektor pertanian dan kehutanan membuktikan kekejaman daripada Tingkah laku mahkluk manusia yg tidak mampu menjaga kesuburan hutan, dan melakukan pembabatan pohon secara liar di hutan gunung dgn dalih beralih fungsi ke pertanian jagung.

Tahun ini menjadi bukti berlakunya Hukum Alam dengan kondisi Alam yang murka terhadap Manusia dengan Menitipkan Banjir, Kekeringan,dan Gempa Bumi.

Hutan yang telah gundul merupakan Bukti daripada kekejaman manusia terhadap alam yang terjadi di NTB khususnya di wilayah Bima,Dompu, dan sumbawa yang telah di babat habis oleh Manusia sebagai upaya dalam membuka Lahan pertanian jagung menjadi alasan di babatnya hutan.

Dari keseluruhan hutan Di NTB hanya 30 persen yang masih subur ini membuktikan bahwa hutan tidak lagi menjadi kelangsungan hidup manusia,Ancaman paling dekat adalah banjir, dan kekeringan.2016 dan 2017 adalah bukti terjadinya banjir di Kota Bima, Kabupaten Bima, Dompu, dan Sumbawa.

Di kabupaten Bima khususnya di Desa Tonda Kec.Madapangga Menjadi Ikon baru dengan Memperlihatkan Gunung yang telah gundul akibat di babat oleh Manusia dengan dalih untuk menanam jagung.ini pertanda lahirnya sebuah tragedi baru bagi kehidupan Masyarakat desa tonda,karna perbuatan yang di tampilkan olh masyarakat tidak mencerminkan semboyan Mbojo “Maja Labo dahu”. Kesadaran kolektif seharusnya di tampilkan olh Masyarakat Desa tonda dalam merawat Alam dn malu terhadap Perbuatan yg merusak Hutan Gunung.Hutan gunung yang berada di desa tonda kec.madapangga Kab.Bima telah di babat habis oleh oknum-oknum yg tidak bertanggung jawab dengan dalih Menanam Jagung,sehingga ini memberikan Impact terhadap Masyarakat desa tonda, Masyarakat desa tonda Mulai mengeluh dengan Krisis nya Air bersih yang melanda desa tersebut,Kekeringan pun terjadi di desa Tonda dan masyarakatpun mengeluh dengan Kondisi tersebut.

Kondisi hutan gunung yang ada di desa tonda cukup memperhatikan karna kondisi gunung yang telah gundul akibat pemababatan pohon di gunung dgn beralih fungsi ke Sektor pertanian jagung.kondisi masyarakat yang sangat memprihatinkan Dengan akibat pembabatn liar yang di lakukan olh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kami dari FORUM MAHASISWA TONDA MADAPANGGA BIMA -MATARAM (FORMATOGA) menyatakan sikap:

1. Mendesak Kepada Pihak Dinas Kehutanan Kabupaten Bima agar segera melakukan Peninjaun Hutan Gunung yang ada di Desa Tonda.

2. Hentikan Kegiatan pembabatan Liar yang ada di Desa Tonda.

3. Mendorong Aparatur Desa Tonda Agar menghentikan Kegiatan pembabatan liar tersebut.

4. Lakuakan Reboisasi Hutan yang telah gundul.

5. Mendorong Penegak Hukum untuk Serius Memutus Mata rantai Ilegal logging.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*