Immada Mataram Nilai Kapolsek Monta Gagal dan Minta Copot Jabatannya

Mataram, Patriot.id — Ikatan Mahasiswa Monta Dalam (Immada) Mataram mendesak Kapolres Bima untuk segera mecopot Kapolsek Monta dari jabatanya karena dinilai gagal dalam menjalangkan tugas dan fungsinya sebagai pengaman, pelindung dan pengayom masyarakat Monta Dalam.

Ketua Umum Immada Andri menilai, melihat beberapa perkembangan akhir-akhir ini di wilayah Monta khususnya bagian Monta Dalam, banyak sekali terjadi kasus tindakan kriminal, pencurian dan peredaran barang-barang haram yang cukup mengancam dan meresahkan kehidupan masyarakat.

“Kasus-kasus ini kemudian muncul seolah-olah menjadi budaya yang tidak bisa dilepaskan, dan secara langsung Daerah Monta di cap sebagai daerah rawan konflik dan pusat narkoba,” ungkap Andri dalam rilis yang diterima media, di Mataram, Minggu sore (16/12/2018).

Lebih lanjut, Mahasiswa UIN mataram ini mengatakan, bahwa langkah yang dilakukan oleh Polsek Monta dan jajarannya seharusnya adalah dengan mengupayakan pencegahan dini berbagai persoalan bukan bertindakan setelah adanya masalah.

“Kadang-kadang ketika ada masalah seperti baru-baru terjadi antara warga Wilamaci dibacok oleh warga Tangga Baru sampai sekarang belum ada penyelesaian secara serius yang dilakukan oleh pihak polsek,” ujarnya.

Pemuda asal Monta Dalam itu sangat menyayangkan keterlambatan pihak polsek hingga persoalan tersebut memunculkan pertanyaan besar di kalangan aktivis mahasiswa Mataram.

“Immada mempertanyakan apa yang dilakukan oleh Kapolsek Monta sehingga kasus-kasus di Monta terus terjadi, sedangkan tugas dan fungsinya adalah sebagai penjamin keamanan dan ketentraman hidup masyarakat, untuk menanggulangi tingkat kriminalitas di daerah tersebut,” tukasnya.

Kemudian yang paling disesalkan oleh Andri, kini Daerah Monta tidak lagi dikenal sebagai aset pariwisata tapi tidak lebih dari pusat konflik di Darah Bima, padahal kemudian seperti yang kita ketahui, Daerah Monta lebih khususnya bagian pedalaman adalah penjamin perekonomian daerah dengan kekayaan alam laut, pertanian dan lumbung pariwisata.

Jika hal ini kemudian terus di biarkan maka keberadaan masyarakat Monta akan terus dihantui dengan tindakan-tindakan kriminal yang tidak pernah memiliki penyelesaian, sedangkan penempatan Babinkamtibnas di tiap-tiap desa sudah dilakukan.

“Tetapi sejak kehadiran berbagai kasus itu, maka keberadaan Babinkamtibnas sama saja dengan masyarakat biasa yang tidak memilki pengaruh apapun untuk mengamankan warga dan tidak ditakuti oleh pelaku-pelaku kejahatan di desa-desa,” bebernya.

Beberapa contoh kasus seperti perang antar-kampung yang menjadi budaya, peredaran obat-obatan terlarang (narkoba) yang kian hari makin meluas, kasus pencurian, dan yang baru-baru ini masih hangat adalah kasus pembacokan yang dilakukan oleh warga desa tangga baru kepada warga desa wilamaci. Sampai dengan hari ini masih menjadi hal yang meresahkan masyarakat.

Maka dengan melihat dan mempertimbangkan hal-hal di atas, kata Andri, Immada Mataram telah melakukan pengkajian terkait hal tersebut, dan berkesimpulan bahwa Kapolsek Monta tidak layak lagi untuk diberikan kepercayaan dalam mengemban amanah untuk mengamankan Kecamatan Monta karena terbukti gagal.

“Secara tegas kami mendesak Kapolres Bima segera mencopot Kapolsek Monta dari jabatanya,” pungkas Andri Ketua Umum Immada Mataram.

(David)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*