Ingin Menjadi Pengusaha Sebelum Sarjana, Mahasiswa Malang Deklarasikan Himapindo

Malang, Patriot.id — Demi menjadi ‘Pengusaha Sebelum Sarjana,’ hari Kamis (5/7) sore, Mahasiswa se-Malang Raya mendeklarasikan berdirinya Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (HIMAPINDO). Kegiatan yang dilangsungkan di Hotel Pelangi Malang itu, dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari 16 Perguruan Tinggi se-Malang Raya.

Adapun mahasiswa yang terlibat aktif dalam proses deklarasi ini berasal dari: Univ. Brawijaya, Univ Negeri Malang, Univ. Islam Negeri Maliki, Univ. Muhammadiyah Malang, Univ. Islam Malang, Univ. Kanjuruhan Malang.

Kemudian disusul pula oleh mahasiswa-mahasiswa, Univ. Merdeka Malang, Univ Tri Tungga Dewi Malang, Univ. Gajayana, IKIP Budi Utomo, Univ Ma Chung, Univ. Widya Karya, Univ. Widiyagama, Univ. Raden Saleh, Institut Teknologi Nasional ITN, dan STIE Asia.

Diketahui Organisasi Himapindo telah memiliki para Pengurus yang bersedia membangkitkan kesadaran berwirausaha mahasiswa. Beberapa di antaranya yaitu: Budiyanto (Ketua Umum), Eeng Heryono (Sekertaris Jenderal), Eko Prasetyo supon (Wakil Ketua l), dll.

Dalam sambutannya di acara itu, Ketua Umum Himapindo Budiyanto, S.Pi, menegaskan kepada seluruh hadirin, “bahwa menjadi pengusaha bukan hal yang sulit, karena menjadi sarjana jauh lebih sulit,” katanya di Hotel Pelangi, Jl. Merdeka Selatan No.3, Kauman, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis sore (05/07/2018).

Menurutnya, salah satu caranya sering-seringlah berkumpul dengan pengusaha agar mindsetnya juga tertanam jiwa wirausaha, dan HIMAPINDO berkomitmen dan berkonsentrasi dalam membentuk karakter mahasiswa dalam hal kewirausahaan, tutur Budiyanto.

“Terdapat tujuh komponen yang akan dikombinasikan oleh HIMAPINDO sebagai mitra jaringan kerja sama diantaranya adalah Mahasiswa, Kampus, Pengusaha, Notaris, Perbankan, Pemerintah Pusat/Daerah, Konsultan Pajak/Keuangan,” ucap Budiyanto.

Budiyanto juga menambahkan, “tidak ada pilihan terbaik bagi mahasiswa saat ini kecuali mempersiapkan diri menjadi pengusaha,” pungkasnya.

Sedangkan menurut Sekjen Himapindo Eenk Heryono, S.E, bahwa ‘Anak Muda’ di ‘Era Milenial’ mempunyai tanggung jawab sejarah untuk membuat bangsa dan negaranya mandiri dan berdaulat dalam bidang ekonomi.

“Karena pada saat ini kita diprediksi menjadi golden era/generasi emas maka kita harus mampu menjadi bonus demografi yang produktik bukan malah menjadi ancaman demografi karena menjadi sumberdaya pasif,” ujar Eenk.

Selain itu, Wakil Ketua I Eko Prasetyo mengatakan, “pengembangan Himapindo di Wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya mutlak dilakukan,” kata Pengurus yang membawahi Wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jatim itu.

Menurutnya pengembangan itu akan menjadi energi tambahan bagi ‘Mahasiswa Indonesia’ untuk pengayaan wawasan dan penambahan ilmu teknis praktis kewirausahaan yang dapat menjadikan mahasiswa berdayaguna sejak di Kampus dan bermanfaat bagi masyarakat luas ketika sudah menjadi sarjana, ungkap Eko.

“Tentu setiap zaman ada tantangannya masing-masing. Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia anak muda selalu memegang peranan penting untuk mencatatkan dirinya dalam tinta emas sejarah Bangsa dan Negara,” tukas Eko.

Ia melanjutkan, “tahun 1928 anak muda berkumpul untuk mempersatukan bangsanya yang dikenal dengan Sumpah Pemuda, tahun 1945 anak muda memaksa golongan tua untuk segera Memerdekakan Bangsa dan Negaranya dari Penjajahan, tahun 1998 anak muda kembali lagi bersatu untuk menyambut era baru yaitu Era Reformasi, dan setelah 20 tahun reformasi bangsa dan negara kita diuji lagi oleh keadaan golden era,” jelas Eko.

Tantangan di era milenial mengharuskan anak muda dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar bisa mencatatkan dirinya dalam tinta emas sejarah Bangsa Indonesia seperti halnya yang telah dilakukan Pemuda di era sebelumnya.

“Oleh karena itu, Himapindo hadir menghimpun anak muda/mahasiswa untuk mencetak pengusaha muda-pengusaha muda di negeri ini dengan harapan bangsa dan negara ini mandiri dan berdaulat di bidang ekonomi pada masa yang akan datang,” ucap Eko.

Eko menambahkan, “berapapun besar tantangan yang kita hadapi, anak muda tidak boleh surut semangatnya untuk tetap berkarya dalam segala kemampuan dan potensi dirinya,” tutupnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*