IPW: Jika Pertandingan Arema vs Persebaya Ricuh Kapolda dan Kapolres Harus Siap Dicopot dari Jabatannya

Jakarta, Patriot.id — Jika Polri sudah mengijinkan pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruan Malang, pada Sabtu sore ini (6/10), menurut Ind Police Watch (IPW) pihak kepolisian harus bertanggungjawab penuh jika terjadi kekacauan.

“Apalagi jika jatuh korban tewas, Kapolres Malang dan Kapolda Jatim harus dicopot dari jabatannya,” kata Ketua Presidium IPW Neta S. Pane lewat keterangan persnya yang diterima redaksi, Jakarta, Sabtu pagi (06/10/2018).

IPW melihat banyak pihak yang mencemaskan pertandingan Arema vs Persebaya tersebut. Dan jika kepolisian mengijinkan, artinya kepolisian bertanggung jawab terhadap masalah pelaksanaan dan pengawasan, khususnya keamanan.

“Jika terjadi masalah dan jatuh korban berarti Kapolres Malang dan Kapolda Jatim harus bertangung jawab dan siap dicopot dari jabatannya, sehingga jajaran kepolisian benar-benar profesional dalam mengamankan pertandingan tersebut,” tegas Neta.

Dalam keterangan pers IPW, ada tiga alasan kenapa Kapolres dan Kapolda harus bertanggung jawab penuh.

Pertama, untuk biaya keamanan sebuah pertandingan, panitia pertandingan biasanya bisa mengeluarkan anggaran Rp 200 juta hingga Rp 500 juta, sehingga sudah menjadi tanggung jawab jajaran kepolisian untuk mengamankan pertandingan.

Kedua, UU No 2 tahun 2002 tentang Polri sudah mengamanatkan, keamanan menjadi tanggungjawab Polri. Khusus Pasal 19 ayat 2 menegaskan, dalam melaksanakan tugasnya Polri harus mengutamakan tindakan pencegahan.

Ketiga, Polri sudah memberi ijin pertandingan Liga 1, setelah sempat ditunda selama seminggu pasca jatuhnya korban jiwa di Bandung, sehingga kepolisian bertanggungjawab terhadap keamanan pertandingan.

Kembali lagi Neta menegaskan, “Jika terjadi konflik dan korban jatuh, pimpinan kepolisian harus dituntut tanggungjawabnya,” tekannya.

Jajaran kepolisian harus profesional dan tegas dalam mengamankan pertandingan Arema FC vs Persebaya. Aku Neta, selama ini penempatan polisi dalam mengamankan pertandingan sepakbola hanya di ring inti stadion.

Lanjutnya, sedangkan patroli di perimeter luar stadion, seperti area masuk dan parkir, tergolong minim. Sehingga saat terjadi insiden polisi telat tiba di lokasi kejadian, bahkan terkadang aparat kepolisian tidak mengetahui apa yang terjadi, seperti kasus pengeroyokan dan pembunuhan terhadap suporter Persija di Bandung pekan lalu.

“Untuk itu IPW berharap Polri bekerja profesional dalam mengamankan setiap pertandingan, terutama dalam pertandingan Arema vs Persebaya. Jika situasinya tidak memungkinkan Polres Malang dan Polda Jatim bisa saja mencabut ijin pertandingan,” terangnya.

Tapi jika polisi tetap mengijinkannya dan terjadi kekisruhan atau jatuh korban, ucap Neta, Kapolres dan Kapolda harus siap dicopot dari jabatannya. Pertandingan sepakbola bukanlah arena pembunuhan manusia.

“Lebih baik tidak ada pertandingan sepakbola, jika pertandingan tersebut hanya membuat orang terbunuh. Untuk itu Polri harus profesional dalam menjaga keamanan pertandingan sepakbola,” tutupnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*