Kenapa Birokrasi FH Unram Bobrok dan Zalim?

Mataram, Patriot.id — Dalam melakukan audiensi dengan pihak birokrasi Fakultas Hukum Universitas Mataram (FH-Unram), pada Selasa (9/4) pagi, sekejap pers rilis mahasiswa dimintakan klarifikasinya. Suasana berubah menjadi mencekam dan menekan para mahasiswa yang melakukan audiensi. Hingga Ketua DPM diancam untuk diberikan sanksi.

“Tadi pagi pada waktu audiensi pihak birokrasi lebih fokus menyoroti perihal kata: bobrok dan zalim. Saya pun sampai diancam akan diberi sanksi. Hal ini didengarkan serta disaksikan sendiri oleh peserta audiensi lainnya,” beber Ketua DPM FH diwawancarai di Taman Sangkareang Kota Mataram, Rabu (09/04/2019) malam.

Sementara itu, adapun untuk kata bobrok dan zalim, ungkap M. Zafri Ramadhoan, merupakan bentuk kata yang kalau dipikiran orang lain saat membaca dan mendengarkan kata-kata itu akan mengusik dirinya. Namun frase itu sebelum diketahui arti dan tujuannya memang terasa mengusik untuk didengar oleh beberapa pihak.

“Bobrok dan Zalim. Dalam memahami makna kata tersebut perlu kita melihat dari berbagai pandangan yang ada sehingga kita salah dalam menafsirkan permaknaan dari kata tersebut. Namun, bobrok dalam KBBI ekuivalen dengan rusak atau buruk. Sedangkan Zalim diasosiaisikan sebagai tidak adil. Berdasarkan kondisi objektif aparatur FH Unram: ketidaktransparanan, minim sosialisasi, UKT tidak adil, toufel 400 tak jelas dan persoalan sarana dan prasarana, telah memenuhi kritetia kebobrokan dan kezaliman,” jelas Ketua DPM FH Unram saat dalam rilisnya, Kamis (9/4) sore.

Memang tidak dipungkiri, kata itu sangatlah tidak enak di dengar. Namun pandangan Zafri di situ dilihat dari atas pijakan sebagai DPM FH Unram yang membawa aspirasi 6000 ribu mahasiswa. “Selaku Ketua DPM yang memang tupoksi kinerja dari DPM FH Unram yang harus menyalurkan aspirasi mahasiswa dengan birokrasi dan begitupun birokrasi ke mahasiswa,” paparnya.

Kembali ditegaskan olehnya, bahwa, bobrok dan zalim di sini dimaksudkan pula mengenai yang dialami oleh BEM FH Unram dan DPM FH Unram selama ini; di mana birokrasi tidak menyampaikan dalam bentuk sosialisasi yang jelas mengenai kebijakan setiap yang berkaitan dengan seluruh kebijakan untuk mahasiswa yang ada di FH Unram.

“Itu merupakan pandangan dari kacamata seorang mahasiswa yang menaungin lembaga aspirasi mahasiswa, maka dari situ kata-kata ‘bobrok dan zalim’ menurut Ketua DPM FH Unram dirasa sudah menjadi sesuatu yang biasa dalam hal kritikan.

“Namun kata-kata tersebut apabila menyinggung birokrasi FH Unram itu sah-sah saja. Karena tidak mungkin mereka bisa menilai dirinya dengan objektif. Sama halnya tak bisa manusia melihat giginya sendiri terkecuali dengan menggunakan cermin atau hanya orang lain yang bisa melihatnya,” tekan Zafri.

Adapun tuntutan yang sebelumnya didesak oleh BEM dan DPM beserta mahasiswa FH Unram lainnya adalah, sebagai berikut:

1. Adanya transparasi anggaran mahasiswa, dengan cara mengundang bem, dpm dan ukmf untuk membahas anggaran kemahasiswaan, baik itu bersumber dari manapun;

2. Pemerataan pembayaran ukt dengan menggunakan sistem grade ( tergantung kemampuan Ekonomi dari orang tua mahasiswa) dan kami rasa ini sangat perlu karena sistem perkuliahan di FH Unram sudah menggunakan sistem satu atap;

3. Kejelasan mengenai toufel 400 yang menyebar luas isunya di kalangan mahasiswa;

4. Kurangnya sosialisasi dari birokrasi, kami selaku BEM dan DPM yang mempunya fungsi penyambung lidah antara birokrasi dengan mahasiswa dan begitu pun sebaliknya mahasiswa ke birokrasi sangat kebingungan dengan kebijakan-kebijakan kampus merah Unram yang hanya di sampaikan dari mulut ke mulut;

5. Peningkatan sarana dan prasana penunjang kampus, mengingat FH Unram merupakan salah satu Fakultas di bawah naungan Unram yang berakeditasi A dirasa sangat perlu untuk lebih memberikan kenyamanan untuk para mahasiswa dan yang perlu disegerakan mengenai sarana dan prasarana di ruangan kelas, terutama Mushollah FH Unram yang perlu untuk direnovasi karena daya tampungnya sangat sedikit dibandingkan dengan kuantitas mahasiswa FH Unram saat ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*