Ketum PB HMI Rencana Laporkan Fitnah Suap Lembaganya, Syahrul : Itu Kesalahan Besar

Sekretaris Umum HmI Cabang Jakarta Selatan, Syahrul Rizal.

Jakarta, Patriot.id Rencana Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam atau PB HMI, Saddam Al Jihad melaporkan fitnah lembaganya disuap Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan Rp 200 juta per bulan, agar tak mengkritik pemerintah direspon sinis oleh pengurus cabang Jakarta.

“Upaya Ketua Umum PB HMI Saddam Al Jihad untuk membawa persoalan ke ranah hukum terkait tuduhan yang mengatakan bahwa dirinya telah dibeli adalah kesalahan terbesar sebagai Ketua Umum PB HMI,” ucap Sekretaris Umum Cabang Jakarta Selatan, Syahrul Rizal sesuai keterangan tertulis ke redaksi, Minggu (18/11/2018)

Disisi lain, saya menilai apa yang dilakukan oleh Ketua Umum PB HMI tidak mengisyaratkan dirinya sabagai seorang aktivis yang condong pada nalar kritis dan bukan grasah-grusuh seperti orang yang tidak punya nalar.

“Bagaimana jika tuduhan tersebut benar?,” tegasnya.

Bukankah selama ini sudah banyak bukti yang mengarah pada kebenaran tuduhan tersebut, mulai dari tanggapan Saddam yang menilai demo kader HMI dipolitisasi hingga sekolah kepemimpinan yang berakhir masuk di gedung Istana.

Lanjutnya, wajar jika publik curiga bahwa memang benar Ketua Umum PB HMI ada main dibelakang. Apalagi tuduhan tersebut dibarengi dengan nominal dan pembentukan relawan (madani) yang dimaksud.

Tambahnya, Saddam Al Jihad sebagai Ketua Umum PB HMI seharusnya sadar betul bahwa dirinya adalah representasi dari masyarakat luas bukan hanya kader HMI. Saya mengutip salah satu perkataan founding father bangsa ini dimana beliau mengatakan bahwa HMI bukan hanya Himpunan Mahasiswa Islam melainkan juga Harapan Masyarakat Indonesia.

“Seharusnya PB HMI melakukan klarifikasi lebih detail terkait info tersebut dengan mengunjungi orang yang memberikan tuduhan. Bukan kemudian melempar ke ranah hukum seolah-olah memang PB HMI merasa terpojok dan tidak bisa mengatasi masalah tersebut,” tutupnya.

Sebelumnya, sebuah akun Twitter yang menyebut dirinya Ghost Black Cyber U.S.A @GhostBlackCybe2 dan akun Facebook mantan Anggota Komisi III DPR Djoko Edhi Abdurrahman menulis tentang organisasi mahasiswa yang menerima suap dari BIN, agar tidak mengkritisi pemerintahan Jokowi, setidaknya sampai Oktober 2019.

Dikabarkan Ormas Mahasiswa PB HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, IMM, Hikmabudhi, KMHDI, masing-masing mendapat Rp 200 juta per bulan, Ketua PB mendapat Rp 20 juta per bulan.

Juru bicara Kepala BIN, Wawan Purwanto membantah tudingan tersebut. Menurutnya, BIN tidak melarang siapapun mengkritisi pemerintah, sebab kritik dan saran adalah sarana evaluasi untuk kemajuan bangsa. Namun, kritik harus ada data dan fakta, serta diberikan solusi. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*