KKN Sejatinya Memberdayakan, Bukan Malah Gagah-gagahan

Oleh: Hamdani Hasibuan (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Labuhanbatu)

Patriot.id — Kuliah Kerja Nyata atau disingkat KKN adalah program pengabdian mahasiswa tingkat akhir sesuai dengan isi Tri Dharma perguruan tinggi ketiga, yaitu pengabdian masyarakat.

Berangkat dari isi Tri Dharma perguruan tinggi ketiga itulah banyak universitas, baik negeri maupun swasta, mengadakan sebuah program pengabdian yang sering disebut Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Secara hukum, aturan tentang pengabdian kepada masyarakat oleh perguruan tinggi memiliki dasar kuat karena telah diatur dalam UU No. 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi dan PP No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.

Atas dasar itulah kegiatan KKN diadakan dan menjadi agenda “wajib” bagi setiap universitas. Tujuannya tidak lain sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi untuk membangun masyarakat.

Sejatinya, sasaran dan tujuan dari diadakannya KKN adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat baik internal maupun eksternal kampus melalui pemberdayaan dan pelayanan dalam kerangka integrasi keilmuan.

Namun, yang kita lihat di kabupaten labuhanbatu raya ini, dalam prakteknya, Kebanyakan KKN yang dilakukan mahasiswa hanya berupa program yang bersipat serimonial saja bahkan jauh dari sifat pemberdayaan kepada masyarakat dan hanya bersifat sementara saja.

Selain keterbatasan sumber daya manusia, hal itu tidak jarang disebakan juga oleh kurangnya sokongan dana dari pihak kampus.

Hal ini sangat jauh dari tujuan utama KKN. Padahal, KKN yang dilakukan ke desa-desa, seharusnya membawa ide, gagasan dan inovasi-inovasi baru yang dapat mengembangkan potensi desa.

Melalui kerjasama mahasiswa peserta KKN dengan warga desa dalam mengembangkan potensi di desa akan dapat memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan perekonomian desa. Sehingga KKN memiliki dampak positif serta jangka panjang terhadap masyarakat bahkan setelah pelaksanaan KKN berakhir sesuai dengan tujuan utama KKN yaitu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

1 Komentar

  1. Maaf kira kira dana yang di berikan berapa ya oleh pihak kampus??

    kami dari stie bima hanya di beri 2 juta.
    tapi alhamdulillah bisa memberikan nilai yg lebih. yang diperkaya itu seharusnya adalah ide, gagasan, dan pola pikir, jikalau ide, gagasan,dan pola pikirnya sudah baik maka dana akan datang dengan sendirinya.
    hindari program kuli, mulai program literatif, edukatif, inovatif. angkat keunggulan daerah menjadi lebih stand out. Jemput program pemerintah, gali informasi tentang program pemerintah yang belum di salurkan atau yang akan di salurkan kepada masyarakat, jadi bagian dari kegiatan pemerintah.
    mahasiswa seharusnya bisa survive, bisa membangun relasi.
    Maaf, saya hanya berbagi cerita semasa kkn waktu lalu.
    tempat kkn saya jauh dari keramaian, di kelilingi gunung, tidak ada jaringan sinyal, tapi alhamdulillah membawa hasil yang membanggakan untuk kampus, masyarakat setempat, dan untuk kami anggota kkn.
    kuncinya yaitu selalu kompak, selalu terkoordinasi, membuka relasi, dan percaya diri.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*