Kongres PDIP Diharapkan Tidak Hanya Bicara Kursi Menteri, Melainkan Juga Lingkungan Hidup

Bali, Patriot.id — Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan kepada kepada Kabinet Kerja Jilid II Joko Widodo-Ma’ruf Amin bahwa jatah menteri untuk kader-kadernya harus banyak. Itulah yang banyak dibahas dalam Kongres V PDIP, di Grand Inna Beach, Denpasar, Bali, Jumat (9/8).

Sementata itu, Puan Maharani mengatakan pihaknya memang membahas mengenai siapa nama-nama kader yang akan diajukan ke Jokowi untuk dipasangkan sebagai menteri.

“Yang jelas sudah ada di kantong Ketua Umum (PDIP, Megawati). Kita juga sudah bahas tertutup, terbatas. Tapi nanti ya, masih Oktober, kan masih lama. Ada lebih dari 10,” kata Puan, dilansir dari tribunews.com.

Di Bali, ketua, pengurus dan anggota partai PDIP tengah sibuk untuk pasang-memasang kader pada pranatan kenegaraan. Makanya yang dibahas kemudian tak pernah beringsut dari soal jatah kursi menteri. Mereka sangat fokus menyoroti mengenai jabatan, jabatan dan jabatan. Sementara di luar forum bencana alam sedang melanda rakyat Indonesia.

“Kongres PDIP di Bali dilakukan saat bencana asap melanda beberapa provinsi di Indonesia. Di Pulau Sumatera, asap menyelimuti Aceh, Riau, Jambi dan Sumsel. Di Pulau Kalimantan, asap mengepung Kalteng dan Kalsel. Krisis lingkungan hidup ini nyata terlihat dan dirasakan, terutama oleh masyarakat yang hidup di wilayah yang terpapar asap,” ungkap Koornas Poros Hijau Indonesia Rivai Noor, dalam rilis yang diterima tim redaksi, Jum’at (09/08/2019).

Di kala pesta bagi-bagi kursi menteri. Dua pulau besar di Indononesia dilandah bencana. Saat ini masyarakat di sana tengah berjuang melawan asap, yang bakal menganggu kesehatan secara berkepanjangan. Ironis bukan? Apalagi menjelang hari kemerdekaan, rakyat Sumatera dan Kalimantan malah kehidupannya  menderita: perekonomian terganggu, akvitas sosial macet, fisik terancam sakit, dan mentalnya tidak stabil.

“Kualitas kesehatan mereka menurun. Dampak bagi kesehatan generasi berikutnya sungguh menjadi tantangan bagi slogan perayaan Kemerdekaan Indonesia ke 74 tahun ini: SDM Unggul, Indonesia Maju. Beberapa studi menyatakan bahwa generasi yang terkena dampak polutan asap akan menurun drastis kesehatan dalam jangka panjang,” tandasnya.

Selain asap, memang pelaksanaan Kongres PDIP kali ini dirundung pelbagai permasalahan lingkungan. Namun para orang-orang yang katanya negarawan di negeri ini–seperti Megawati dan Jokowi-Ma’ruf–lagi-lagi hanya serius pada urusan bagi-bagi kue kekuasaan. Mereka seakan tetap merasa nyaman dan aman di tengah kekalutan yang melandah lingkungan hidup.

“Asap dan kebakaran lahan hanya salah satu wujud krisis lingkungan hidup di Indonesia, selain polusi udara, sampah, dan air bersih. Kongres PDIP di Bali juga dilaksanakan dalam situasi intensitas becana alam yang menguat. Gempa, cuaca ekstrem dan banjir sudah begitu lekat dengan kehidupan warga bangsa Indonesia,” kata Rivai.

Koordinator Nasional Poros Hijau Indonesia kemudian berpesan agar persoalan lingkungan jangan sampai lupa dibahas oleh parta kepala banteng. Menurut Rivai Noor bencana-bencana yang melandah hari-hati sepatutnya dibuatkan program-program khusus untuk menanggulangi, menyelesaikan, bahkan menolak kemunculannya.

“Semoga dalam Kongres PDIP isu Krisis Lingkungan Hidup dan Bencana menjadi salah satu isu dan agenda penting yang dibicarakan. Sebagai partai politik pemenang pemilu menjadi sangat signifikan jika PDIP melahirkan pernyataan dan solusi tentang krisis Lingkungan Hidup dan Bencana. Selamat Kongres! Merdeka! Salam Hijau,” tutupnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*