KPK Sebut Wahyu Setiawan Minta 900 Juta ke PDIP

Jakarta — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyebut ada tanda tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam surat permohonan pergantian antar-waktu (PAW) Harun Nasiku.

Dalam surat itu Harun berstatus sebagai salah satu kader PDIP yang diusulkan untuk menggantikan caleg terpilih yang meninggal dunia: Nazarudin Kiemas. 
Kelak, permohonan PAW dari PDIP ini membuat Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditetapkan sebagai tersangka.

Ceritanya begini. PDIP tiga kali mengajukan surat permohonan Harun ke KPU. Arief beritahukan, lembaran itu ditansatangani Megawati dan Hasto. Inilah yang tertera dalam surat permohonan terakhir yang dibahas KPU di sebuah Rapat Pleno pada Senin, 6 Januari 2020.

“Kalau permintaan iya. Sebetulnya kalau surat menyurat administratif bisa, pokoknya pimpinan partai. Tapi yang terakhir (surat PAW atas nama Harun Nasiku) memang ditandatangani oleh ketua umum dan sekjen,” kata Arief di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/1).

Kemudian KPU mengirim surat balasan ke PDIP dengan sikap yang sama dengan sebelumnya: menolak permintaan PAW tersebut.

Arief sampaikan sikap itu berpegang pada Pasal 426 ayat (3) UU Pemilu. Aturan ini menegaskan, jika ada caleg meninggal maka posisinya diganti dengan caleg dari partai dan daerah pemilihan yang sama dengan perolehan suara di urutan berikutnya.

Berdasarkan aturan itu KPU menolak Harun. Lalu menetapkan Riezky Aprilia dari PDIP sebagai Anggota DPR RI terpilih di daerah pemilihan Sumatera Selatan I menggantikan Nazarudin Kiemas. Riezky berhasil mengikuti pelantikan sebagai Anggota DPR RI periode 2019-2024 pada 1 Oktober 2019 lalu.

Arief juga memastikan selama rapat membahas permohonan PAW itu, semua komisioner kompak menolak. Ia juga menyebut Komisioner Wahyu Setiawan tidak memaksakan pendapatnya agar Harun Masiku ditetapkan sesuai keinginan Megawati.

“Seingat saya ya, untuk case ini enggak ada pandangan yang berbeda. Cuma kalau saya diminta apa pendapatnya satu-satu ya enggak inget. Tapi sepanjang yang saya ingat enggak ada yang berbeda,” tuturnya.

Hanya saja kemarin, Kamis (9/1), KPK menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan penetapan PAW anggota DPR 2019-2024 dari PDIP.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menjelaskan Wahyu diduga menerima hadiah terkait dengan penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

“Ia diduga meminta uang Rp 900 juta untuk membantu Harun Masiku sebagai pengganti anggota DPR yang meninggal dunia: Nazarudin Kiemas,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*