Majelis Dzikir dan Taqliem Manaqib Nurhasanain Gelar Acara Dzikir Bersama dan Tausiyah

Jakarta, Patriot.id — Islam pada hakikatnya adalah suatu ajaran kebenaran, islam adalah rahmat untuk semua keyakinan. Islam mengajarkan tentang kedamaian, saling mengasihi dan saling tolong menolong antar umat manusia.

Dalam rangka menjaga dan merawat ukhuwah islamiyah sesama umat muslim, Majelis Dzikir dan Taqliem Manaqib Nurhasanain menggelar acara Dzikir Bersama dan Tausiyah dilanjutkan dengan Do’a untuk keselamatan bangsa, di Rumah Majelis Dzikir dan Taklim Manaqib Nurhasanain Cipayung Jakarta Timur, minggu (25/02/2019). Adapun tema acara ini yaitu “Menjaga Ukhuwah Islamiyah Dengan Tidak Menyebarkan Berita-Berita Bohong”.

Tema tersebut sangat cocok dengan kondisi bangsa saat ini dengan berbagai faham anti islam yang berkembang semakin masif dan bahaya laten hoax. Pentingnya menjaga Ukhuwah Islamiyah dalam menangkal sumber-sumber berita bohong atau fitnah.

Acara Dzikir bersama yang dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta/jemaah mendapatkan apresiasi positif dari Ustadz Abdurrahman selaku salah satu pengisi Tausiyah. Beliau (Ustadz Abdurrahman) berpesan kepada seluruh peserta yang hadir dalam acara Dzikir Bersama tersebut untuk tetap menjaga Ukhuwah Islamiyah secara langsung dan ini merupakan bagian untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Kemudian, selain itu kita sebagai umat muslim sangat dilarang berkata bohong dan fitnah memfitnah antar sesama baik melalui media elektronik ataupun secara langsung apalagi di tahun pesta demokrasi yang harus kita jaga ini,” ucapnya.

Selain itu, acara tersebut di hadiri pula oleh KH. Nasrullah Rosid selaku Pimpinan Majelis Wanakib Rosidyah Poltangan Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Dalam isi tausiyahnya, KH. Nasrullah Rosid menjelaskan bahwa kita harus cermat dalam membaca berita ataupun informasi baik dari media maupun langsung sebelum disebar luaskan.

“Jika sampai salah informasi dan kita sebarluaskan berita itu begitu saja maka akan timbul fitnah dan Islam sangat melarang tindakan demikian,” tegas beliau di forum acara tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Ustad Muhammad Teguh selaku pimpinan Majelis Ta’lim & Ratib As Syifa menjelaskan dan berpesan saat memandang diri sendiri pakailah kacamata syariat sehingga ketat dalam beribadah, namun saat memandang orang lain pakailah kacamata hakikat sehingga tidak mudah menuduh.

Kemudian KH. Mahfud Sirodz MA menambahkan sekaligus menegaskan kepada jemaah yang hadir bahwa penyebaran berita bohong atau hoax adalah perbuatan orang kafir dan tentu itu bukan orang muslim sesungguhnya.

Acara ini merupakan bagian dari upaya tokoh ulama untuk turut serta bersama-sama menangkal hoax yang telah berkembang dan meresahkan rakyat DKI Jakarta khususnya.

Kemudian untuk diketahui bahwa acara tersebut sifatnya roadshow dan akan di selenggarakan kembali acara yang lebih besar lagi sebagai puncak dari rangkaian acara yang telah di lakasanakan sebelumnya yaitu Istigotsah dan Deklarasi Anti Hoax yang akan di laksanakan dalam waktu dekat ini. Kemudian acara di tutup dengan doa dan sholawat badar secara bersama-sama. (Red/Aw)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*