Menteri Keuangan Indonesia Harap IMF Ongkosin Penanganan Corona

(Ilustrasi/pintar.politik.com) IMF TEMUKAN BISNIS DI CORONA: Tangani Corona IMF siapkan dana pinjaman US$ 50 miliar (Rp 715,6 triliun). Ditujukan untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah, 1/3 anggota IMF terdampak virus corona. Skema dana pinjaman IMF, negara berpenghasilan rendah, pinjaman hingga US$ 10 Miliar (Rp 143,1 trilun), tanpa bunga, jangka waktu 10 tahun.

Jakarta — Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani mengatakan: di dalam rapat luar biasa antar menteri keuangan dan gubernur bank sentral di seluruh dunia dijabarkan, Dana Moneter Internasional (IMF) sekarang punya dana sekitar 1,5 triliun dollar AS untuk bantu penanganan virus corona.

Sri Mulyani berharap, alokasi dana tersebut bisa digunakan untuk membantu pencegahan krisis bagi negara anggota IMF. Terutama diperuntukkan kepada negara-negara yang mengalami aliran modal asing yang keluar secara beramai-ramai.

“Saat ini IMF akan menggunakan resource yang dimilikinya yakni 1 triliun dollar AS plus tambahan 500 billion US dollar untuk dijadikan fasilitas swap line kepada seluruh anggota IMF. Ini masih perlu dapat persetujuan dari seluruh shareholder,” kata Sri Mulyani dalam video conference dengan seabrek awak media di Jakarta, Selasa (24/3) lalu.

“Dengan tambahan 500 billion, diharapkan IMF bisa bantu secara otomatis yang saat ini hadapi capital outflow dan situasi likuiditas dari US dollar atau hard currency forex yang sangat ketat,” ujarnya.

Sebelumnya IMF sempat menurunkan proyeksi ekonomi dunia menjadi negatif, dari semula di atas 3 persen selama tahun ini akibat persebaran Covid-19. Lembaga donor internasional ini bahkan menyebut kondisi global saat ini lebih buruk dibandingkan krisis ekonomi 2008.

Sedangkan Mulyani justru menjelaskan, situasi yang terjadi saat ini adalah krisis di bidang kemanusiaan atau kesehatan. Hanya kemudian ia berharap agar kondisi ini tak sampai melebar menjadi krisis ekonomi, sosial, maupun keuangan.

“Jadi semua negara mencoba untuk constrain, menjaga, agar krisis di bidang kesehatan dan kemanusiaan ini tidak kemudian menimbulkan spillover ke krisis ekonomi. Ekonomi kontraksi, tapi tidak berarti krisis,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah bersama dengan negara G20 terus berupaya untuk mencegah terjadinya krisis ekonomi.

“Dulu trigger-nya krisis keuangan spillover ke ekonomi dan masyarakat, sekarang triggernya sektor kesehatan dan keamanan masyarakat bisa masuk ke sektor ekonomi, dan diharapkan tidak masuk ke krisis selanjutnya,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*