Merawat Bima RAMAH

 

Oleh: RAF (akronim nama penulis)

Patriot.id — Pikiran yang instrumental menggemakan akal rasional demi mencapai tujuan, bukan sesuatu yang mengandung nilai. Sentralitas pemikiran seperti ini memberikan impact terhadap corak konflik vertikal dalam kehidupan bernegara. Berbagai problem hadir di negeri para Ncuhi, ketika pemikiran yang terlalu instrumental dan kaku menghiasi dinding kekuasaan dan mengabaikan nasib rakyat yang dihantui dengan suara peluru dan tembakan yang menari di udara.

Semboyan Bima RAMAH kembali berduka di bumi para Ncuhi, rintihan tangisan darah kian berteberan di pelosok timur Bima. Anak kecil yang tak berdosa pun di potong kebahagiaannya akibat kerakusan aparat kepolisian.

Aktualisasi nilai Bima RAMAH perlu di cros check kembali dalam menjaga stabilitas kerukunan hidup bernegara di negeri para Ncuhi. Negeri yang masyhur dan beradab tanpa ada tumpang tindih kekuasaan.

Sangat ironis, aktualisasi nilai Maja Labo Dahu kian terdegredasi di kehidupan bumi para Ncuhi. Kini kekuasaan telah dimonopoli oleh keluarga aristoktat. Rakyat kian semakin sengsara, konflik bermunculan di setiap pelosok Bima para Ncuhi.

Bumi Sape hari telah menjadi ladang darah oleh keberingasan kekuasaan. Rakyat tidak membutuhkan materi, rakyat hanya merindukan balutan cinta dari Bima RAMAH bukan Bima MARAH.

Penulis sengaja merahasiakan namanya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*