Merebaknya Pandemic Covid-19, Kawali DKI Jakarta : Ancaman Baru Ketersediaan Air

Ilustrasi.

Jakarta, Patriot.id – Wabah virus corona atau covid-19 tengah menjadi perhatian dunia. Virus ini pertama kali mewabah di Wuhan China sejak Desember 2019 dan kemudian pada awal tahun 2020 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi virus asal negeri China ini sebagai novel coronavirus (2019-nCov).

Menurut Kawali DKI Jakarta, Otoritas kesehatan China juga menyebut virus ini bisa menular dari manusia ke manusia. Virus ini juga dapat menyebabkan pneumonia atau radang paru-paru.

“Penyebaran virus corona (COVID-19) yang tak terkendali membuat 200 lebih negara didunia melaporkan adanya kasus terpapar virus corona (covid-19),” ucap Mardian sesuai keterangan rilis yang diterima redaksi, Senin (13/04/2020).

Mardian mengatakan, Pemerintah RI telah berupaya keras untuk mencegah agar penyebaran virus corona (covid-19) ini tidak semakin meluas dengan mengeluarkan himbauan lewat juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 bapak Achmad Yuniarto agar masyarakat dirumah saja dan himbauan juga agar masyarakat melakukan social distancing (jaga jarak) akan tetapi himbauan ini masih diabaikan sebagian masyarakat dengan berbagi alasan masing-masing yang hingga akhirnya pemerintah RI mengambil langkah memberlakukan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetap dengan anjuran agar masyarakat dirumah saja, jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan.

Dari himbauan/aturan yang diberlakukan pemerintah RI, KAWALI DKI Jakarta menyoroti masalah penggunaan air untuk cuci tangan setiap saat.

“Kita semua tahu dengan seringnya warga khususnya DKI Jakarta melakukan cuci tangan setiap saat akan berapa banyak air yang terbuang sia-sia. Apakah hal ini sudah diantisipasi jika air di DKI Jakarta akan berkurang?,” ujar Mardian.

Lanjutnya, menurut laporan badan kerjasama lintas negara Water Environment Pertnership in Asia (WEPA) Indonesia menyimpan 6 persen potensi air dunia tetap beresiko mengalami kekurangan air apalagi dengan merebaknya wabah virus corona (covid-19) yang makin meluas penyebarannya dan susah untuk dikendalikan. Anjuran mencuci tangan selama 20 detik untuk mencegah penularan virus corona (covid-19) setidaknya ikut menyumbang atau menjadi salah satu terbuangnya 1.5 liter air dengan percuma untuk satu orang per hari. Jika satu keluarga memiliki 5 orang anggota keluarga maka paling sedikit membuang air 100 liter per hari yang hanya untuk urusan cuci tangan saja belum lagi penggunaan air untuk kebutuhan lainnya.

“KAWALI DKI Jakarta mengajak warga masyarakat DKI Jakarta untuk ikut bertanggung jawab dalam menjaga ketersediaan air dan mengingatkan/menghimbau pada Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah pusat untuk memberikan edukasi/pengertian pada warga masyarakat dalam menggunakan air untuk cuci tangan demi keberlangsungan ketersediaan air khususnya di DKI Jakarta,” katanya.

KAWALI DKI pun mengajak warga DKI Jakarta untuk mematikan kran air 20 detik selama Anda menyabuni tangan dan gunakan air seperlunya jangan hidupkan kran air terlalu lama yang bisa menyebabkan air terbuang percuma.

“Jika hal ini dilakukan maka Anda ikut menjaga ketersediaan air di bumi ini,” tutupnya. (Red/Al)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*