MN KAHMI Desak Pemerintah Tetapkan OPM Sebagai Teroris, Serius Jaga NKRI dan Rakyat Indonesia

Jakarta, Patriot.id — Penembakan terhadap 31 pekerja PT Istaka Karya dan 1 anggota TNI di Kabupaten Nduga Provinsi Papua, pada Selasa lalu (4/12), yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB)/Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kagoya telah menewaskan 19 orang.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, sebenarnya penembakan KKB/OPM sering kali menimpah Polri/TNI di daerah tersebut. Namun, baru kali ini didapatkan korban masyarakat sipil.

Olehnya, tindakan separatisme ini pun dengan tegas mendapatkan kecaman dari Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN-KAHMI).

Kordinator Presidium MN KAHMI Dr. Hamdan Zoelfa, SH., MH., secara lantang mengutuk keras aksi biadab KKB/OPM. Yang terjewantahkan lewat dikeluarkannya pernyataan sikap MN KAHMI Nomor: 111/B/MNK/KAHMI/XII/2019, tertanggal 06 Desember 2018 di Jakarta.

Mencermati tragedi kemanusiaan di Tanah Papua, yang telah menelan korban jiwa dan tindakan penghinaan terhadap NKRI, yang dilakukan dalam bentuk pembakaran bendera merah putih yang ditunjukkan secara demontratif,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor KAHMI Center, Jakarta, Kamis (6/12).

Oleh karena kejadian itu merupakan tindakan yang merongrong NKRI dan merendahkan derajat rakyat Indonesia. Maka, Majelis Nasional KAHMI menyatakan sikap sebagai berikut:

1) Mengurus keras aksi keji tanpa perikemanusiaan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka itu.

2) Majelis Nasional KAHMI ikut berbela sungkawa kepada para keluarga korban penembakan dan pembunuhan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

3) Mendesak aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum dengan tegas terhadap pelaku kejahatan kemanusian di Tanah Papua. Sudah terlalu banyak korban sipil dan aparat negara akibat tindakan kekerasan dan terorisme di Papua. Oleh karena itu, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa di masa mendatang, mendesak pemerintah untuk menetapkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai organisasi teroris.

4) Mendesak agar aparat keamanan harus lebih meningkatkan fungsi public services kepada masyarakat agar tercipta rasa aman, nyaman, terlindungi, dan pengayoman, dan meningkatkan kemampuan deteksi dini dan antisipatif, untuk mencegah tindakan kejahatan terulang kembali.

5) Mendesak kepada aparat Kepolisian untuk mengusut tuntas dan menagkap segera pelaku pembakaran bendera merah putih dan menghimbau kepada aparat KAHMI seluruh Indonesia khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya untuk mewaspadai gerakan separatis yang merongrong kewibawaan NKRI, serta kehormatan Bangsa Indonesia, dengan menunjukkan sikap dan komitmen yang jelas menghadapi tindakan brutal dari kelompok separatis di Papua dan Papua Barat.

6) Meminta kepada Pemerintah untuk tidak berhenti membangun di Tanah Papua, karena bagian integral dari wilayah NKRI yang harus mendapatkan kesejahteraan dan keadilan.

“Semoga Allah SWT, melindungi kita semua, Amin. Demikian Pernyataan Sikap ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih,” tutup Hamdan. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*