Napi Koruptor Suap Sipir, SCWAC Sarankan Regulasi dan Aturan Baru Dalam Lapas

Jakarta, Patriot.id Lembaga Study Club For War Against Corruption (SCWAC) mengadakan serial diskusi terkait hasil temuan penjara setya novanto. Dalam diskusi tersebut, Rich Ilman selaku direktur SCWAC menyatakan bahwa pemerintah dalam hal ini dirjen lapas seharusnya memiliki regulasi baru yang lebih baik.

Kasus seperti setnov ini sudah pernah terjadi, artinya hal ini bukan yang baru bagi kita. Maka pemerintah perlu membuat regulasi baru untuk mengatur ini, misalnya merotasi pegawai lapas setiap berapa bulan sekali, agar tidak ada lagi kejadian seperti setnov ini,” ujar Ilman di caffe raden saleh, Kamis (20/09/2018).

Senada dengan Ilman, pengamat politik karyono wibowo menilai regulasi dan aturan baru yang lebih detail tentu akan membuat napi tidak bisa sembarangan berbuat di lapas.

“Saya setuju dengan adinda Ilman, kalau perlu lebih detail, seperti pemasangam cctv, roling pegawai lapas rutin sampai tingkat penjaga yang paling bawah, misalnya 3 Bulan sekali. Ini lebih baik, dan masyarakat bisa memantau langsung apa yang terjadi dalam lapas jika ada cctv,” ujar Karyono.

Karyono menambahkan, jika seandainya terjadi lagi suap menyuap di lapas, pemerintah harus punya aturan hukum untuk menjerat yang memberi suap.

“Kedepan malah saya mendorong pemerintah menambah hukuman bagi napi koruptor yang melakukan praktek suap kepada sipir untuk mengurusi keperluan seperti kamar dan lain-lainnya. Misal si A mendapat hukuman 8 tahun kurungan, namun saat dalam lapas si A menyogok kepala lapas untuk dapat fasilitas lebih, yang saya minta jangan hanya pegawai lapas yang di tahan, tapi si A yang menyuap dilipat gandakan hukuman kurungannya,” sambung Karyono.

Terakhir Karyono berharap pemerintah memperhatikan fasilitas lapas, agar semua tahanan betul-betul sama dan juga mendapat hal yang layak.

“Pemerintah juga harus perhatikan fasilitas lapas, sehingga tidak ada lagi yang aneh-aneh seperti ini,” tutup Karyono. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*