Pigai Tantang Menteri BUMN Tunjuk 5 Orang Asli Papua Jadi Direktur Freeport

Natalius Pigai

Jakarta — Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menantang Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat sejumlah putra-putri asli Papua untuk duduk di kursi jabatan tertinggi perusahaan milik negara. Pernyataan tersebut menyusul setelah Erick Thohir menunjuk Claus Wamafma, yang putra asli Papua, menjadi Direktur PT Freeport Indonesia 7 Februari lalu.

Menurut Pigai, jika Erick benar-benar serius memperhatikan putra-putri Papua, dia tidak hanya akan menunjuk satu orang saja dan menempatkannya di jabatan setingkat direktur, tetapi perlu dinaikkan ke level yang lebih tinggi semisal Presiden Direktur. Dia pun menyebut langkah Erick belakangan ini tak ubahnya hanya pencitraan belaka.

“Saya tantang Menteri BUMN tunjuk 5 orang Papua jadi Presiden Direktur maupun Presiden Komisaris di Badan Usaha Negara milik Nasional, jangan hanya Freeport. Kalau Freeport dia kalah dari saya,” ujar Pigai dalam rilisnya, Kamis (20/2).

Pigai menilai penunjukkan Claus Wamafma sebagai direktur oleh Erick Thohir begitu digembar-gemborkan. Padahal, menurut dia itu adalah hal yang biasa. Pigai mengaku dirinya pernah berjasa lebih dari itu.

Dibanding Erick yang hanya menempatkan orang sebagai direktur, Pigai mengungkapkan dirinya pernah menempatkan putra asli Papua sebagai wakil presiden PT Freeport. Sehingga, kata Pigai, Erick Thohir tak perlu bangga dan membesar-besarkan pengangkatan Claus tersebut. 

“Saya kira dia itu [Menteri BUMN] belum pernah punya pengalaman ngangkat orang. Saya kira dia harus belajar, jangan publisitas yang begitu luar biasa,” ucap Pigai. “Saya yang bukan siapa-siapa saja pernah menempatkan satu orang Vice President PT Freeport Indonesia, saya juga pernah dukung 2 orang jendral di Papua, dia masih aktif,” katanya menambahkan.

Pria yang aktif menyuarakan HAM di Papua ini mengatakan, jabatan selevel menteri harusnya bisa berbuat lebih dari itu. Dia pun kecewa karena ternyata Erick hanya melakukannya untuk orang Papua, sementara banyak perusahaan milik negara di Indonesia tidak ada pengangkatan putra daerah sebagai direktur maupun yang lebih dari itu.

Pigai pun menyebut hal ini sebagai bentuk keadilan, namun tidak merata.

“Kalau saya yang jadi menteri BUMN, itu tidak lagi bicara tentang direktur aja, seluruh Indonesia kita lakukan keadilan yang merata. PT Newmont di NTT, Chevron di Riau, kemudian perusahaan-perusahaan Indonesia orang-orang di daerah itu juga harus bisa menjadi pemilik, bos gitu,” paparnya.

Menteri BUMN Erick Thohir, pada 7 Februari lalu menetapkan putra asli Papua bernama Claus Wamafma sebagai direktur PT Freeport Indonesia. Alasannya, pemerintah hendak mendorong PT Freeport untuk merekrut orang-orang asli Papua menduduki jabatan strategis di perusahaan tambang raksasa yang sebagian sahamnya dimiliki negara Amerika Serikat itu.

Hal ini disampaikan melalui staf khusus Erick Thohir, Arya Mahendra Sinulingga, Senin (17/2) lalu. Di samping upaya pemerintah menaikkan martabat Indonesia di perusahaan Freeport melalui orang-orang Papua, Arya juga mengungkapkan jika Claus memiliki pengalaman yang matang di PT Freeport.

“Dia putra Papua yang sudah berkarir selama 20 tahun, dari bawah, dan diusulkan pemerintah mewakili Mind ID di Freeport Indonesia,” kata Arya. Dia juga berujar, “ini menunjukkan bahwa orang Papua mampu untuk menjadi direktur.”

Advokat LBH Jakarta asal Papua, Michael Himan mengaku tak terkesan dengan penunjukkan itu. Dia mengatakan tak ada yang bisa diharapkan dari jabatan seorang direktur Freeport untuk mengatasi berbagai pelanggaran HAM yang ada di Papua. Belum lagi jika dihitung dengan masalah kerusakan lingkungan yang menahun di sana akibat aktivitas pertambangan Freeport.

Baginya, Pemerintah harus menyadari berbagai macam persoalan besar di bumi cendrawasih tanpa memalingkan wajah hanya kerena memberi sebuah jabatan. “Jadi semuanya ini hanya pencitraan lah apa yang mereka lakukan ini,” ujar dia, di Jakarta, Rabu (19/2).

Karena itulah Natalius Pigai kemudian menantang Menteri BUMN Erick Thohir. Sebab, “Jabatan itu menurut saya kecil, kalau menunjuk hanya seorang direktur dari 5 orang direktur yang ada itu bukan apa-apa, kecuali Presiden Direktur, baru kita setuju,” pungkas dia. (**)

Download Mp3 For Free https://mp3now.me

About (0) 1018 Articles
berat sama dipikul, ringan sama dijinjing

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*