Pihak Lippo Cikarang Coba Tipu Perangkat Negara: Dikes, Polres, Kodim, hingga DPRD

Bekasi — Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bekasi merespon kebijakan Pemerintah Pusat untuk antisipasi penyebaran virus corona di wilayah kerjanya. Upaya yanh dilakukan adalah melakukan pemeriksaan terhadap para pekerja asing, khusunya China.

Pada Jumat (7/2) lalu, pihak dikes berkoordinasi dengan Manajemen Lippo Cikarang melalui pengelolanya: PT Mahkota Sentosa Utama. Ini terkait pemeriksaan terhadap para pekerja. Karena dalam pertemuan yang dihadiri Dikes Kabupaten Bekasi, Polres Bekasi, Kodim Bekasi, Disnaker, Imigrasi dan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Budiyanto, S.Pi, terungkap kejanggalan: perusahaan coba berkelit dari data.

Pihak Lippo Cikarang melalui manajemen PT Mahkota Sentosa Utama menyatakan bahwa buruh asal China hanya ada 7 orang, sementara dalam Data Disnaker yang didapatkan dari berbagai dokumen resmi ada 260 kepala.

Disisi lain, pekerja Tiongkok yang bekerja di Project Meikarta yang sedang membangun 15 Tower itu diperkirakan ada sekitar 3000 orang. Hanya saja pihak Lippo Cikarang berdalih bahwa Para Pekerja Tiongkok diluar tanggungjawab mereka karena berada dibawah kendali Pelaksana Project PT. China Contruction.

Budiyanto kemudian angkat bicara terkait itu, “Pihak Lippo Cikarang diduga berbohong dengan sajian data yang disampaikan, Meikarta itu sedang membangun 15 Tower, dimana setiap tower mempekerjakan 100-200 orang pekerja Tiongkok sehingga diperkirakan ada 2000-3000 pekerja, tidak dilaporkan, tindakan yang sangat membahayakan dalam kondisi sekarang ini,” ungkap Budiyanto, Kabupaten Bekasi, Selasa (11/2).

“Dengan kondisi merebaknya wabah corona di dunia dan sangat terkait juga dgn Indonesi khususnya di Cikarang, Lippo Cikarang harus sinergi dengan Pemerintah Daerah untuk memastikan para Pekerja Tiongkok aman dari sumber virus itu sehingga tidak berpotensi menyebar dan membahayakan Masyarakat Cikarang, kalau managemen Lippo Cikarang darahnya masih Merah Putih, kalian harus bertanggungjawab, mau belain orang Tiongkok atau membela orang Indonesia,” tandasnya.

Selanjutnya Dinas Kesehatan didampingi Polres dan Kodim Bekasi melakukan sidak ke Bedeng-bedeng di Project Meikarta dan ternyata yang muncul hanya 100 orang, sisanya diduga bersembunyi di Hotel-hotel dan perumahan-perumahan yang tersebar di Lippo Cikarang dan Deltamas.

“Dengan adanya pemeriksaan kesehatan mereka malahan kabur. Karena ketakutan tidak memiliki dokumen yang semestinya, maka potensi penyebaran virus corona di Cikarang semakin tidak terkendali, di hotel2 dan juga perumahan2 elit lainnya seperti Lippo dan Deltamas,” kata dia.

“Saya hanya ingin ingatkan, dengan kejadian kemarin di maxxbox lantai 2, secara kasat mata sangat jelas, diduga kuat ribuan tenaga kerja project Meikarta diduga ilegal karena tidak melaporkan sehingga saya menghimbau kepada Meikarta, pertama segera laporkan jumlah tenaga kerja seluruh project Meikarta ke Disnaker Kabupaten Bekasi tanpa kecuali, atau kalian pulangkan itu semua pekerja ilegal, kedua saya juga menghimbau kepada Pihak PHRI, para Manager Hotel di Cikarang dan Sekitarnya, para warga Masyarakat Perumahan Elit, kalau ada Pekerja diduga dari Tiongkok menginap atau menyewa rumah laporkan segera ke Dinas Tenaga Kerja dan ke Dinas Kesehatan agar dipastikan mereka adalah Pekerja Legal dan tidak membawa virus corona, jangan sampai di Bedeng hilang, penyebaran pindah ke Hotel, Restauran dan Perumahan2 di Cikarang,” pungkas Budiyanto.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*