Refleksi 20 Tahun Reformasi: Kader HMI Cabang Mataram Minta Polisi Lebih Dewasa

Mataram, patriot.id — Sekitar pukul 16.00 Wita untuk memperingati “20 tahun Reformasi” HMI Komisariat Muhammadiyah Cabang Mataram mengisinya dengan diskusi di Gedung Universitas Muhammadiyah Mataram, Jl. KH. Ahmad Dahlan, Kamis (24/05/2018).

Penyegaran ingatan akan suatu sejarah pembungkaman kebebasan masyarakat Indonesia niscaya dibutuhkan agar menjadi suatu pembelajaran pada pelaksanaan demokrasi yang konsekuen dengan cara mendiskusikannya.

“Penting bagi kita mengetahui arah bangsa ini setelah runtuhnya rezim otoriter, Suharto dan kroni-kroninya yang telah menenggelamkan bangsa Indonesia kedalam situasi pemberangusan hak asasi manusia yang dampaknya masih dirasakan hingga saat ini,” ungkap Ramdhan sebagai pemateri dalam diskusi, Kamis (24/05).

Sebagai organisasi mahasiswa yang menjadi katalisator bersejarah itu, maka Kader HMI tidak boleh lupa dengan cita dan harapan Reformasi 1998.

“Kader HMI harus mendorong 6 agenda Reformasi yang harus dijalankan oleh pemerintahan pasca Orde Baru, pertama; adili Soeharto dan kroni-kroninya, kedua; Amandemen UUD 1945, ketiga; hapuskan Dwi Fungsi ABRI, Keempat; hapuskan korupsi, kolusi dan nepotisme, Kelima; Otonomi Daerah seluas-luasnya, Keenam; tegakkan Supremasi Hukum,” tutur Ramdhan.

Sistem pemerintahan demokrasi pancasila dengan corak sentralisasi yang cenderung merampas kemerdekaan di tentang habis-habisan oleh Pemuda dan Mahasiswa.

“Agenda reformasi 98′ adalah tidak lepas dari perjuangan rakyat waktu itu yang tidak terima atas tindakan presiden orde baru yang begitu mengekang hak rakyat,” terang Ilham ketika menyampaikan materi.

Munculnya berbagai tindakan tak berprikemanusiaan dari oknum pemerintah menjadi coreng hitam di masa reformasi.

“Reformasi yang genap 20 tahun dibajak oleh sisa-sisa kekuatan Orde Baru hingga penyelesaian pelanggaran HAM sengaja di ulur-ulur untuk melelahkan perjuangan sambil menunggu kematian keluarga korban agar tidak lagi di ungkit-ungkit,” pungkas Ilham.

Selesai diskusi kader HMI Kom. Ummat melanjutkannya dengan bukber kemudian do’a untuk teman-teman HMI yang dianiaya oknum aparat kepolisian.

“Di era Reformasi, seharusnya Polisi bisa lebih dewasa menghadapi mahasiswa dan masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Bukan malah bertindak brutal seperti aparat di zaman orde baru,” tutup Tri Mulyadin selaku Kabid PTKP Kom. Muhammadiyah. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*