Relasi Al-Qur’an dan Sains

Oleh: Solahuddin

Patriot.id –– Al-Qur’an adalah kitab suci yang kita yakini berisi nilai-nilai petunjuk dan sekaligus pembeda antara yang hak dan yang batil, Al-Qur’an tersusun dengan gaya bahasa yang rapi, memiliki sastra yang tinggi, yang terdiri dari 30 juz 114 surat, 6666 ayat yang dimulai surat al-fatihan dan diakhiri dengan surat an-nas.

Saat ini tidak ada suatu kitab yang dibaca panjang maupun pendek, mana yang dibaca tipis, mana yang dibaca tebal selain al-Qur’an bahkan dilombakan dari tingkat Kabupatan, Kota, Provinsi, Nasional sampai pada tingkat Internasional. dibaca nya bernilai pahala, yang jika dibaca seorang bergetar hatinya mendengar ayat-ayat Al-Qur’an, bahkan sangat banyak sekali inspirasi-inspirasi ayat al-Qur’an sehingga mengasilkan ilmu-ilmu dalam berbagai macam ilmu terutama sekali dalam bidang sains seperti kimia, fisika, matematika, biologi, dan kedokteran dan lain sebagainya. Bahkan ada Ulama yang berkata bahwa Al-Qur’an laksana berlian, jika ia memandang ke timur maka akan memancakan cahaya dari utara dan selatan.

Ayat yang pertama turun adalah Q.S al-Alaq ayat 1 dengan tujuan perintah membaca. Kata perintah “bacalah” tidak menyebutkan objek apa yang harus dibaca. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengatakan “Ma ana biqori’” apa yang harus saya baca. Ini menunjukan bahkan Allah mengajak kepada kita yang tidak hanya berarti membaca tetapi memahami, menelaah, meneliti, membaca ayat-ayat qauliah, membaca diri maupun membaca tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Dan membaca itu harus dengan/demi nama Tuhan mu sebagai tempat bersandar, tempat memohon pertolongan, tempat berlindung yang telah menciptakan kita.

Al-Qur’an mengajarkan kepada kita agar berpikir tentang ciptaan langit dan bumi, Allah SWT Q.S Ali imran 191

الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكون فى خلق السموات والأرض, ربنا ماخلقت هذا باطلا

“yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk bahkan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata ya Tuhan kami tiadalah engkau ciptakan ini dengan sia-sia”

Seorang fisikawan teoritis, Lulusan Universitas Hiroshima Jepang juga pernah datang ke Pesantren Modern Intertnasional Dea Malela dalam buku nya ayat-ayat semesta, beliau berkata ada sekitar 800 ayat berbicara tentang sains atau ilmu pengetahuan. Ayat yang dimaksud adalah tanda-tanda kebesaran Allah yang terbentang di Alam semesta. Dalam pandangan Islam, Sangat lah wajar jikalau Islam ini menebar segala rahmat bagi seluruh Alam.

Sejenak kita mengingat Ilmuan Islam masa lalu pada zaman keemasan mereka yang berusaha semaksimal mungkin memadukan antara Islam dan Ilmu pengetahuan, mereka banyak sekali terinspirasi dari ayat-ayat Allah yang terbentang di Alam semesta ini :

1. Abbas bin Firnas (810 M), Ilmuan Muslim berkebangsaan Spanyol yang dulu dikenal dengan Andalusia seorang penemu pesawat terbang sebelum wright bersaudara.
Beliau terinspirasi dari Q.S Al-Mulk ayat 19. Allah berfirman :

أولم يروا إلى الطير فوقهم صآ فَّاتٍ ويقبضن ما يُمسِكهنَّ إلا الرحمن

“tidaklah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya di udara selain yang maha pengasih”

Bahkan sampai saat ini diabadikan dalam mesium Melbeirn terdapat patung Abbas bin Firnas.

2. Jabir Ibnu Hayyan sebagai the father of chemistry (Bapak kimia). Seorang yang pertama kali menemukan atom karena terinspirasi di dalam Q.S al-hadid 26, Allah berfirman :

وأنزلنا الحديد فيه بأسٌ شديد ومنافع للناس

“Dan kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia”

Dan hebatnya kalo kita mencermati bahwa nomor atom besi (F besar – F kecil) adalah angka 26 dan besi punya stabilitas pada angka 57. Subhanallah Surat Al-hadid yang berarti besi adalah surat yang ke 57 sedangkan ayat 26 berbicara tentang Atom.

3. Ibnu Sina adalah Ilmuan Muslim kelahiran persia atau Iran, di dunia Barat dikenal dengan Avicenna. Di umur 10 tahun beliau sudah menghafal al-Qur’an 30 juz. Ia ilmuan muslim yang paling terkenal dalam segala bidang disiplin ilmu. Lebih khususnya pada bidang kedokteran, Buku yang paling terkenal sebagai rujukan dunia saat ini Canon in medicine (Al-Qonun fi al-tib). Dan masih banyak lagi ilmuan-ilmuan Muslim yang sangat banyak memberikan kontribusi pada bidang sains seperti Al-Farabi, Al-Haitam, Ar-Razi, Ibnu Batutah dan seterusnya.

Mereka yang beriman meyakini kebesaran Allah, mengingat, menyebut nama Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring, melakukan amal sholeh, menjadi muslim yang memiliki kualitas, serta mempunyai ilmu pengetahuan luas maka akan diangkat oleh Allah derajat-derajat (Al-Mujadilah ayat 11)

Perpaduan ilmu dan agama adalah suatu keharusan, sebagaimana yang dikatakan oleh Fisikawan ternama Albert Einstein “Ilmu tanpa agama seperti orang buta sedangkan agama tanpa ilmu seperti orang pincang”

Ayahnda Prof. Din Syamsuddin sebagai pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela sering berpesan kepada kita bahwa mesti kita unggul tidak hanya di bidang ilmu fiqh tetapi juga ilmu M-FIKIB (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi) dalam membangun peradaban dunia di zaman milenial dan mengembalikan khitoh perjuangan para Ilmuan Muslim masa lalu.

Agus Purwanto berepesan “dalam rangka membangun kembali sains di dunia Islam, khususnya angkatan Muda harus berborbondong-bondong memasuki dunia Islam terlebih dahulu, Harus ada anak-anak muda Islam yang terjun dalam jumlah cukup besar. bergelut dengan tekun, dan bekerja secara konsisten dan total sebagai ilmuan di laboratorium-laboratotium, tanpa itu jangan bermimpi ada sains di dunia Islam, baik sains modern apalagi sains Islam. Para pemuda islam tidak perlu bimbang dengan sains apa yang akan digelutinya.

Mengingat al-Qur’an disampaikan dalam bentuk Bahasa Arab, setiap calon ilmuan Muslim hendaklah melengkapi diri dengan pemahaman Bahasa Arab dan pendukungnya adalah ilmu nahwu, ilmu shorof dan Balaghah.
Para pemuda tidak perlu bimbang dengan sains apa yang akan digelutinya.

Silahkan geluti bidang sains yang sesuai dengan minat, sesuai dengan penggilan hati. Seluruh ciptaan pada dasarnya telah tunduk pada kehendak ilahi. Q.S Ar-rum : 26. Allah berfirman :

وله من فى السموات والأرض كل له قانتون

“Dan kepunyaan-Nyalah apa saja yang ad adi langit dan di bumi. Semuanya hanya tunduk kepada-Nya”

Kita memohon kepada Allah :

اللهم فقهنا فى الدين واجعل أولادنا وشبابنا وطلابنا فى فهم العلوم والرياضيات والفيزيا والكيميا والبولوجيا أن يكونوا من الناجحين فى الدنيا الآخرة

“Ya Allah berilah kami pemahaman dalam beragama, jadikan anak didik kami, generasi kami paham dalam ilmu pengetahuan, Matematika, Kimia, fisika, Biologi agar mereka sukses dunia akhirat”

Pamangong – Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*