Rencana KUII dalam Menuntaskan Masalah Besar Umat Muslim

Oleh: Haryani (Mahasiswi Muhammadiyah Mataram)

Baru-baru ini Majelis Ulama Indonesia berencana untuk menggelar Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7. yang akan di selenggarakan di Bangka Belitung pada 26 – 29 Februari 2020 mendatang. Mengusung tema “Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia untuk mewujudkan NKRI Maju, Adil, dan Beradap”.

Buya Anwar Abbas selaku panitia pengarah KUII ke-7 mengatakan optimalisasi peran umat Islam dibidang ekonomi akan menjadi poin utama di Kongres Umat Islam Indonesia(KUII). Anwar menjelaskan tema tersebut sejalan dengan Pricewaterhousecoopers yang mengatakan Indonesia akan menjadi empat Negara besar dalam produk domestic bruto. Namun Anwar menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi untuk menjadikan Indonesia menjadi empat Negara besar dunia. Republika.co.id, Jakarta (08/02/2020).

Rencana pemerintah dalam kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 agar umat Islam bisa memacu dirinya di bidang ekonomi sehingga ekonomi bangsa Indonesia akan menjadi besar. Abbas pun mengusulkan kepada pemerintah agar UU Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) secara politik yang selama ini kurang berpihak kepada rakyat menjadi lebih berpihak kepada rakyat.

Melihat hal ini semestinya yang menjadi pertimbangan ketika hendak memajukan perekonomian masyarakat Indonesia adalah bukan pada sektor mikro seperti UMKM, karna jika kita melihat fakta yang terjadi di masyarakat, yang juga turut terlibat dalam memajukan ekonomi bangsa melalului UMKM masi belum mampu membangun perekonomian Indonesia dilihat dari persentase pertumbuhan ekonomi dari Tahun 2016 yang mencapai 5,25% dan pada Tahun 2017 pertumbuhannya mencapai 5,07% dan pada Tahun 2018 mencapai 5,27% begtu pula pada Tahun 2019 yang di proyeksikan 5,3%. Keadaan perekonomian Indonesia saat ini yang masih sangat lamban akan berdampak juga terhadap perkembangan UMKM dalam negeri kita dan tidak hanya sampai disitu ketergantungan pemerintah terhadap barang Imporpun menjadi kendala besar bagi masyarakat Indonesia yang ikut dalam UMKM tadi.

Mereka harus bersaing dengan produk luar yang masuk keindonesia yang mengakibatkan rendahnya daya jual dalam negeri dibandingan produk Impor tadi. Ini juga yang mengakibatkan banyaknya UMKM yang mengalami kerugian karena pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran. Sehingga yang menjadi titik fokus pemerintah jika ingin memajukan perekonomian bukan pada sector mikro seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM). Melainkan pada perekonomian yang berorientassi pada pertahanan.

Solusi Islam dalam Memajukan Perekonomian

Memang penting bagi kita berbicara tentang persoalan ekonomi Indonesia disamping masalah multi dimensi bangsa ini, lalu bagaimana Islam memandang hal ini ? jika kita memperhatikan anjloknya ekonomi kita juga disebabkan karna Negara kita terjebak dengan utang ribawi padahal Allah telah berfirman dalam alquran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافاً مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ . وَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (Qs. Ali Imron [3]: 130).

Jelaslah bagi kita sebagai umat muslim agar tidak memakan riba karna Allah subhanahuwata’ala mengancam para pemakan riba dengan balasan api neraka, selain itu riba juga Mengakibatkan terjadinya ketimpangan ekonomi pada negeri kita dan akibatnya negra-negara kapitalis tersebut dengan mudah mendikte kebijakan yang dibuat penguasa agar sesuai dengan kepentingan mereka.

Langkah yang harus dilakukan yaitu berhenti untuk melakukan praktek Ribawi yang akan merugikan masyarakat dan melanggengkan imperialisme paraKapital dalam penjajahan ekonomi di Indonesia, selanjutnya menentukan strategi untuk mendongkrak perekonomian Negeri yang berorientasi pada pertahanan yaitu optimalisasi pada industry berat seperti industry Besi dan Baja, batubara, perkapalan, pesawat, penambangan dan yang lainnya industrilialisasi ini tidak haya mampu menyediakan lapangan pekrjaan dan keuntungan bagi Inonesia melainkan juga sebagai upaya pencegahan Intervensi Negara luar sehingga Negara dapat berdaulat dan strategi perekonomian semacam ini telah di peraktekkan dalam kehidupan Islam 1300 Tahun lalu. Wallahu’alam..

About (0) 1018 Articles
berat sama dipikul, ringan sama dijinjing

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*