Semangat Pemuda Di KNPI (Semangat Mengabdi, bukan Semangat Mencurangi)

*Semangat Pemuda Di KNPI (Semangat Mengabdi, bukan Semangat Mencurangi)*

Oleh : Rifki Fernanda
Direktur Pemuda Solution Insstitute
Wasekjend DPP KNPI

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) merupakan wadah perjuangan konstitusional untuk berperan terhadap bangsa dan negara melalui hubungan kerjasama KNPI dan Kementerian sehingga realisasi program menjadi tepat guna dan tepat sasaran. Sebagai mitra kementerian KNPI harus memulai melalui semangat-semangat moral yang baik dan etika yang menjunjung nilai-nilai konstitusi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) yang di sepakati dalam forum tertinggi pada kongres.

KNPI yang merupakan wadah tempat bertemunya berbagai organisasi kepemudaan baik yang berafialiasi dengan partai politik, kekaryaan, maupun organisasi kepemudaan mahasiswa dalam lingkup kaderisasi, tentu dinamika di KNPI tak kalah lebih kerasnya ketimbang pemilihan presiden dan wakil presiden, namun semua pihak musti mampu menjaga etika serta estitika berorganisasi dan meletakkan semuanya pada mekanisme aturan yang telah disepakati dalam forum tertinggi kongres KNPI.

Konflik di kepemudaan harusnya di landaskan pada argumentasi terkait esensi dan peran kepemudaan bukan hanya pada ranah kekuasaan siapa yang menjadi pemimpin, menghormati legitimasi keputusan dalam kongres sebagai pengambilan keputusan tertinggi justru lebih mulia, ketimbang membelah-belah organisasi kepemudaan untuk hanya sekedar memiliki kekuasaan semata, yang justru malah merusak kredibilitas pemuda. Orang-orang yang tak menghormati keputusan organisasi harusnya hari ini tak layak di contoh
apalagi ikut bersama dalam kelompok itu, akelompok yang hanya mementingkan berkuasa tapi tak memahami arti organisasi.

Dalam bulan penuh arti bagi kepemudaan, yang pernah di ikrar kan dalam sumpah pemuda marilah kita bergandeng tangan kembali pada fitrahnya, fitrah semangat persatuan kepemudaan bukan kepada legitimasi kekuasan yang inkonstitusional yang menabrak aturan hanya karena haus kekuasaan.(*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*