Separatis Di Papua Disebut Tunggangi Isu Rasisme #BlackLivesMatter

Jakarta, Patriot.id – Solidaritas Papua NKRI menyebut, kelompok separatis menunggangi isu rasisme di balik ramainya tanda pagar (tagar) #BlackLivesMatter dengan #PapuaLivesMater di media sosial (medsos), beberapa hari terakhir. Tujuannya, melepas “Bumi Cenderawasih” dari Indonesia.

“Kasus rasisme di Amerika tidak sama dengan Papua. Jangan bawa-bawa kasus tersebut dan memperkeruh Papua,” ujar Koordinator Solidaritas Papua NKRI, Robert Rolan Ricardo Imbiri, sela aksi damai di depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (15/6).

Dirinya melanjutkan, separatis juga mulai aktif menjadi pembicara di sejumlah diskusi daring. Dicontohkannya dengan kegiatan yang mengundang perwakilan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), seperti Markus Haluk, sebagai narasumber. “Padahal, mereka jelas-jelas memanfaatkan isu Papua untuk pendanaan pribadi,” ucapnya.

Masyarakat Papua, imbuh Robert, pro NKRI, cinta damai, dan menghargai proses hukum berlaku. Karenanya, meminta seluruh pihak tidak mengintervensi kasus tujuh tahanan politik (tapol) yang tengah menjalani persidangan di Kalimantan Timur (Kaltim). Biarkan berjalan sesuai prosedur berlaku.

“Bila kita semua ingin membahas rasisme dengan seadil-adilnya hingga terkait kasus 7 tahanan yang sedang disidang, mari sama-sama perjuangankan dengan lantang berdasarkan aturan hukum berlaku. Jangan ada intervensi, jangan mengalihkan isu ke arah mendukung separatisme di Tanah Air,” paparnya.

Sementara itu, perwakilan Solidaritas Papua NKRI lainnya, Edo Suabey, meminta masyarakat Papua di perantauan, seperti DKI Jakarta, tetap beraktivitas sepeti biasa. Tidak terprovokasi isu #PapuaLivesMatter.

“Karena tanpa kita sadari, saat ini KSB (kelompok separatis bersenjata) sebagai kelompok teroris berdarah dingin sedang mencari dukungan yang berkedok perjuangan rakyat,” tegasnya.

Demonstrasi berlangsung sejak pukul 13.30 WIB dan diikuti seratusan massa. Sejumlah peserta membawa perlengkapan aksi, seperti bendera Merah Putih dan spanduk bertuliskan “Jangan intervensi kasus hukum, Papua sudah damai”. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*