Setahun Rufiah Diserang Tumor dan Terkendala Biaya Berobat, Tidakkah Pemkab Dompu Empati?

Dompu, Patriot.id — Seorang perempuan muda satu tahun terakhir terpaksa mendekap tak berdaya di pelataran ruangan sederhana dengan kondisi kesakitan. Diketahui, salah seorang kaum hawa ini bernama Rufiah. Dia harus terbujur kaku di atas kasur karena tumor.

“Namanya Rufiah, umur 24 tahun, mengalami sakit tumor 1 tahun lamanya,” tulis seorang admin (anonim) di halaman Facebook (Fb) Pantai Wane Kabupaten Bima NTB, Sabtu (08/06/2019).

Sakit yang dialami Rufiah warga Lingkungan Renda Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, lagi dan lagi, tak ubah Ina Po: dia terkandala biaya untuk berobat.

“Kini Rufiah hanya bisa terbaring tanpa mengobati, lantaran tidak punya biaya,” cantum halaman Fb Pantai Wane Kabupaten Bima NTB.

Selain kabar di media sosial, dari informasi yang dihimpun Patriot.id pada beberapa warga Ling. Renda, Kel. Simpasai–disesalkan–penderitaan Rufiah tidak hanya sebatas tumor melainkan juga ketidaksejahteraan hidup: tempat tinggal sempit nan kecil dan tidak mampu mengakomodasi kebutuhan sewaktu sakit–akhirnya–memaksanya menumpang berbaring di rumah keluarganya.

Keadaan ini pun menjadi duka terbanter baginya. Ibaratkan sudah jatuh tertimpah tangga. Bahkan lebih parah lagi, sebab Rufiah notabene satu-satunya tulang punggung keluarga. Akhirnya di tengah kondisi ekonomi yang lemah, ayah-ibunya hanya bisa meratapi nasib anaknya sembari berdo’a datangnya pertolongan.

Setali tiga uang, informasi itu pula dibenarkan akun Fb Maryati yang merupakan warga selingkungan dengan Rufiah, “Hengge (Sakit) saja dia numpang di rumah orang…dia adalah tulang punggung keluarga. Karena dia sakit, orangtuanya hanya melihat dan berdo’a saja,” muatnya di kolom komentar halaman Fb Pantai Wane Kabupaten Bima NTB.

Rupiah tak mendapatkan pengobatan sesungguhnya bukan karena tak ada usaha dari keluarga, rumah sakit telah didatangi, hanya saja terkendala BPJS yang–masih belum terbayarkan akibat belum diurus pihak keluarga ditengarai keterbatasan ekonomi.

Namun demikian, fenomena yang telah menjadi polemik struktural ini, dalam komenan di halaman fb tersebut, akun Fb Djunaid pun menyarankan agar keluarga mengupayakan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu. “Coba komunikasikan sama Pemerintah Daerah nich kakaknda…siapa ada jalan keluar…kasihan adinda tuh…,” cuitnya.

Sembari menunggu terketuknya hati Pemkab Dompu, menurut informasi yang didapatkan redaksi, saat ini telah bergerak beberapa pemuda untuk membantu Rufiah dengan menggalang bantuan menggunakan komunitas di daerah setempat. Namun belum begitu masif dan tentunya membutuhkan keterlibatan pelbagai elemen masyarakat lainnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*