Skenario Terburuk Covid-19, Pemkot Bekasi Siapkan Beberapa Tempat Menampung Pasien

Rapid test atau tes cepat Virus Corona di Stadion Patriot Candrabaga Kota Bekasi, khusus tim medis pada Rabu (25/3/2020).

Kota Bekasi, Patriot.id – Mengantisipasi lonjakan kasus corona (covid-19) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memikirkan beberapa langkah dan menyiapkan skenario terburuk membuka Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi untuk menampung pasien.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, mengatakan, ketersediaan kamar perawatan pasien Covid-19 di Kota Bekasi saat ini difokuskan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid dan beberapa rumah sakit swasta yang menjadi rujukan.

“Jadi ada alternatif skenario, jika rumah sakit umum saya penuh, pasien tidak tertampung di rumah sakit umum dan rumah swasta,” ujar Pepen sapaan akrab Walikota Bekasi di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Rabu, (25/3/2020).

Dia menjelaskan, skenario awal jika terjadi lonjakan pihaknya sudah menyiapkan kamar di Asrama Haji dan Islamic Centre. Di sana terdapat sekitar 200 kamar yang siap digunakan.

“Kita sudah hubungi Asrama Haji, Islamic Centre, bahkan kalau terus memburuk stadion kita sudah kita siapkan, skenario terburuk dari yang terburuk,” ungkap Pepen.

Adapun di RSUD Kota Bekasi saat ini tersedia sebanyak 50 tempat tidur khusus pasien Covid-19, ditambah rumah sakit tipe D milik pemerintah memiliki 36 tempat tidur. Untuk di rumah sakit swasta yang menjadi rujujan, saat ini hanya tersedia sekitar 32 tempat tidur yang disiapkan untuk menampung pasien positif Covid-19.

Sedangkan untuk di Asrama Haji Bekasi, Pemkot Bekasi telah memastikan ada sebanyak 250 kamar yang siap digunakan ditambah sekitar 40 kamar di Islamic Centre Kota Bekasi.

“Ada beberapa (tempat tidur) yang sudah kita siapkan beberapa di dalam (stadion),” ujar Pepen.

Antispasi ini juga diambil untuk menyiapkan hasil tes cepat Covid-19 yang saat ini sedang berjalan di Kota Bekasi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan sebanyak 2000 alat tes cepat Covid-19 khusus di Kota Bekasi. Orang-orang yang berhak dites diantaranya petugas medis, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang-orang yang berkontak langsung dengan pasien positif, serta 50 sampel tiap kecamatan dan pekerja yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

“Mudah-mudahan (tes cepat) ini bisa memetakan dari penyebaran yang ada, tapi kita tidak berharap ada yang positif,” tegas dia. (Red/Al)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*