Solusi Alternatif untuk Dorong Gerakan NTB Zero Waste

Oleh: Zaky Akbar (Aktivis HMI)

Patriot.id — Untuk mewujudkan masyarakat yang hidup sehat & bersih, ada beberapa faktor yang perlu untuk diselesaikan yaitu masalah sampah. Sampai saat ini, masalah sampah bukanlah hal yang baru untuk kita dengar & temui dalam kehidupan sehari-hari. Hampir setiap hari sampah menjadi tontonan gratis untuk mata kita. Hal ini jika dibiarkan tentunya berpengaruh dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang bersih & sehat tadi.

Masalah sampah juga menjadi fokus perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dinahkodai oleh Zul-Rohmi. Dalam hal ini tentunya Pemprov menyadari masalah sampah di NTB sudah sampai pada titik mana masalah sampah harus segara diselesaikan.

Sebab, pertambahan jumlah sampah yang tidak diimbangi dengan pengelolaan yang ramah lingkungan akan menyebabkan terjadinya perusakan dan pencemaran lingkungan (Tutik Kustiah, 2005:1). Dilansir dari Gantar.com, Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov NTB Najamuddin Amy menyatakan, jika sampah dikelola dengan baik, akan menjadi berkah. Sebaliknya, jika tak sanggup dikelola dengan baik akan menjadi bencana dan sumber penyakit.

“Di NTB total sampah yang dihasilkan dari 10 kabupaten/kota yang ada di NTB mencapai 3.388 ton per hari. Dari jumlah itu sebanyak 631 ton yang sampai ke 10 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan baru 51 ton yang didaur ulang. Sekitar 80 persen atau 2.695 ton sampah belum terkelola dengan baik,” kata Najamudin Amy di Mataram, Jumat (26/4).

Keseriusan Pemprov NTB dalam menangani masalah sampah dapat kita lihat dari salah satu program Zul-Rohmi yaitu NTB Zero Waste. Di mana dalam program NTB Zero Waste ini akan menekankan bawah NTB akan menjadi provinsi yang bebas dari sampah.

Namun sampai saat ini dapat dilihat masih minim gerakan untuk mewujudkan program NTB Zero Waste tersebut. Sehingga masalah sampah di NTB khususnya di Kota Mataram masih memerlukan gagasan-gagasan pembaharuan yang dapat menyongsong terwujudnya NTB Zero waste.

Oleh karena itu, penulis dalam hal ini menawarkan sebuah gagasan untuk mengurangi tekanan jumlah sampah di kota mataram dengan menyeleraskannya sesuai era revolusi Industri 4.0.

Program TOP-S 4.0 menjadi salah satu tawaran solusi alternatif yang bisa digunakan pemprov NTB untuk menyongsong NTB Zero Waste. Program TOP-S (Transportasi Online, Pemerintah dan Bank Sampah) merupakan sebuah kolaborasi yang dapat dilakukan Pemprov NTB, Transportasi Online dan Bank Sampah dalam penanganan masalah sampah itu sendiri.

TOP-S adalah sebuah program yang dapat diterapkan khusus di Kota mataram dalam penanganan sampah, dan mengingat banyaknya pengguna transportasi online di Kota Mataram. Adapun formulasi gagasan oleh penulis tentang program TOP-S untuk Kota Mataram, sebagai berikut:

1. Pemprov NTB, memiliki program unggulan NTB Zero Waste artinya Pemprov NTB menginginkan Mota Mqtaram menjadi kota yang bersih dan bebas sampah. Tentu dalam posisi ini pemerintah nantinya bisa menempatkan diri menjadi fasilitator dan mengajak transportasi online dan bank sampah untuk kolaborasi yang saling menguntungkan. Pemprov cukup membuat sebuah MoU kerja sama antara Transportasi Online dan Bank Sampah.

2. Di mana jasa transportasi online bisa tidak dibayar menggunakan uang, melainkan dapat juga menggunakan sampah. Dalam hal ini, sampah tersebut memiliki takaran harga yang berbeda sesuai jumlah sampahnya. Misalkan, 10 botol mineral dihargai 5 ribu rupiah atau jumlah/harga lainnya.

Kemudian, sampah-sampah tersebut akan langsung dialihkan ke yang membutuhkan sampah yaitu bank sampah. Namun, tidak semua sampah bisa diterima dalam program ini karena harus sesuai list sampah yang bisa diterima dan dikelola oleh Bank Sampah yang akan dijelaskan dalam fitur TOP-S pada Aplikasi Transportasi online tersebut.

3. Bank Sampah, sebagai lembaga yang membutuhkan sampah untuk dikelola atau didaur ulang tentu diuntungkan dalam hal ini. Dalam hal ini, bank sampah yang akan membeli sampah-sampah tersebut ke Transportasi Online yang sesuai dengan sampah yang dibutuhkan.

Sederhananya, dalam program TOP-S ini, pemprov NTB bekerja sama dengan Transportasi Online dan Bank Sampah. Pemprov cukup menjadi fasilitator dalam kolaborasi ini dengan membuat  MoU bersama agar transportasi online dan bank sampah dapat bekerja sama.

Semisal Gojek, Grab atau transportasi online lainnya, di mana dalam aplikasinya terdapat fitur TOP-S untuk dapat digunakan oleh masyarakat jika ingin menggunakan sampah sebagai pengganti uang dalam menggunakan jasa transportasi online tersebut. Sehingga dalam hal penanganan masalah sampah dapat menekankan penurunan jumlah sampah di Kota Mataram.

About (0) 1021 Articles
berat sama dipikul, ringan sama dijinjing

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*