Sumangaik Baru ? (Untuk Sumatera Barat)

Oleh : Bobby Darmanto, S.Pd

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Padang

Stabilitas politik beberapa waktu ini mulai merenggang dengan bertemunya beberapa elit, termasuk yang teranyar pertemuan Prabowo dan Jokowi di istana negara, pemilihan presiden memang telah usai, namun gesekan antara kedua pendukung masih belum reda, ibarat kata anak milenial masih pada “gagal move on” (terhanyut dalam suasana perbedaan).

Hari-hari ini sudah waktunya kita kembali, kembali untuk mengisi ruang kosong pengabdian di berbagai lini, apapun itu bidangnya, baik yang bersentuhan langsung oleh politik ataupun tidak langsung, namun yang menarik goncangan Pemilihan Umum (Pemilu) yang masih menyisakan riak pertentangan di dua arus pendukung, kita sudah mulai dihadapkan lagi pada pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan pada tahun depan, namun arus politik yang kian mencair dikalangan elit, isu-isu yang dihadapkan pada isu pilpres harusnya sudah mulai memudar dan sudah basi jika musti digunakan lagi dalam peraihan empati pemilih.

Beberapa waktu ini kita masyarakat minang, atau sumatera barat mulai terkejut dengan haluan politik yang dibuat oleh juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yakni Faldo Maldini yang di usung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan tagline “Sumangaik Baru“, sehingga banyak pertanyaan muncul Faldo Maldini yang merupakan Presiden mahasiswa Universitas Indonesia telah pindah Partai dari Partai Amanat Nasional (PAN) ke PSI, dan siap akan mencalonkan diri menjadi calon Gubernur Sumatera Barat, begitulah persepsi yang muncul dikalangan urang lapau (orang yang sering duduk di warung tempat ngopi terdiri dari pemuda, bapak-Bapak dan dalam kelompok umur dewasa) yang menghiasi setiap sudut “palanta”(kursi tempat duduk dan bersenda gurau) yang ada di setiap lapau di Sumatra Barat.

Mari kita bedah lebih dalam makna yang tersirat dalam tagline tersebut ?

“Sumangaik Baru” terdiri dari 2 suku kata yang pertama “Sumangaik” (Semangat) kata yang kedua “Baru” yang menarik Sum dalam sumangaik di berikan font tebal bersama dengan Bar dalam kata baru yang jika digabungkan menjadi SumBar, SumBar merupakan singkatan dari penyebutan Sumatera Barat, sederhana memang namun memiliki makna kiasan yang mendalam apalagi bagi karakter orang minang mudah sekali memahami maksud tersirat demikian. Namun yang menarik bagi saya adalah caranya menyampaikan pesan dengan kata sederhana dan kreatif menjadi nilai tersendiri, bahwa politik harus bekerja demikian, sederhana, inovatif dan kreatif sehingga berbagai persoalan dituntaskan dengan berbagai cara-cara yang baru, dan anak muda yang berfikir cemerlang lah yang mampu melakukan hal demikian, dan ini menjadi sebuah persepsi baru di “urang lapau” Faldo Maldini adalah calon gubernur baru ! (Hanya waktu yang menjawab karena gelaran pilkada secara administratif belum di mulai).

Sumangaik (semangat) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahwa kata semangat ini dapat memberikan roh perjuangan baru yang mendorong seseorang memiliki kekuatan berlebih dari kekuatan apapun yang sebelumnya, sementara Baru adalah belum pernah ada sebelumnya baik dilihat maupun dirasakan, begitulah kedua konsonan kata ini mempengaruhi ruang psikologis orang yang berfikir, bahwa Faldo Maldini memilih kata ini bukan sembarangan atau sekedar ditulis, melainkan dia sebagai golongan anak muda yang intelektual selalu muncul dengan gagasan dan ide yang inovatif.

Menjadi seorang Presiden Mahasiswa di Universitas Indonesia bukanlah bekal biasa baginya sehingga ketika meneruskan pendidikan di United Kingdom (UK) atau yang kita kenal dengan inggris dia juga di daulat sebagai ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPI UK), memiliki pengalaman di berbagai organisasi bukan berarti tanpa prestasi, begitu banyak prestasinya termasuk menginisiasi pulangkampuang.com sehingga di pilpres lalu di daulat menjadi salah satu juru bicara pemenangan pilpres di BPN.

Sumatera Barat yang terdiri dari 19 Kabupaten dan kota, yang terdiri dari 7 Kota dan 12 Kabupaten, serta akan ikut menyelenggarakan pemilihan kepala daerah pada tahun depan lebih separuhnya dan berbarengan dengan pemilihan Gubernur Sumatera Barat, kondisi hari ini yang nyaris adem dan tak terlalu berkembang signifikan sebagaimana beberapa provinsi lainnya di sumatera apalagi jika disandingkan dengan beberapa Provinsi dengan Kepala Daerah yang mocer dalam membuat gerak politiknya, Sumatera Barat jauh dari kata demikian, maka diperlukan pemimpin yang memilik nama besar yang menasional, serta mampu berfikir lebih kolektif serta inovatif dalam berbagai macam gagasan-gagasannya dan dengan mudah ada disekitar masyarakat, serta musti energik yang di topang dengan “Sumangaik” yang tak pernah luntur dalam ladang pengabdian nantinya jika menjadi Kepala Daerah, rumit memang sistem pemerintahan yang musti di gelar, sistem adat yang musti tak terlanggar, karena itu buah pemikiran yang musti di lestarikan yang berhasil membangun tatanan kehidupan masyarakat minang sampai hari ini seperti falsafah rang Minang “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (adat bersendi syariat dan syariat bersendi kitab Allah SWT).(*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*