Tirang Pemilik Cap Tikus Kena Tipirang Berbuntut Bui

Kepsul, Patriot.id — Pengadilan Negeri Sanana Kabupaten Kepulaun Sula (Kepsul), pada Jum’at (21/6) pukul 10.30 WIT, menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipirang) terhadap tiga orang (tirang) terdakwa pemilik minuman keras (miras) jenis Cap Tikus, di Ruang Sidang Kantor Pengadilan Negeri Sanana.

Sidang tersebut merupakan tindak lanjut hasil dari personil Polres Kepsul dalam melakukan operasi/razia minuman keras di wilayah hukum Polres Kepsul. Sebagaimana komitmen Kapolres Kep. Sula AKBP Tri Yulianto SIK.,M.Si, dalam memberantas peredaran minuman keras khususnya di kepsul.

Persidangan dipimpin langsung oleh Kepala Pengadilan Negeri Bpk. Ilham, SH. MH, selaku Ketua Sidang dan didampingi oleh Bpk. Israman Emanto, SH, selaku Panitera Pengganti.

Terdakwa dalam sidang Tipiring tersebut di antaranya: Suhardi Aufat (37), alamat Desa Wai Ipa Kecamatan Sanana; Nur Linsi Wambes (32), Desa Fatce Kecamatan Sanana; dan Muh. Nasir Ciu (62), Desa Mangon Kecamatan Sanana.

Kemudian, adapun saksi yang dihadirkan yakni: Samsul Bahri Umasugi (30), Desa Fogi Kecamatan Sanana; Habibi Daud (30) Desa Fatce; Sahrudin Makatita (34), Desa Fogi Kecamatan Sanana; dan Sahbudin Rumalean, Desa Waihama Kecamatan Sanana.

Dalam persidangan itu terdakwa, Suhardi Aufat dan Terdakwa Muhamad Nasir Ciu membenarkan bahwa, minuman keras jenis cap tikus tersebut miliknya. Sementara Terdakwa Saudari Nur Lingsi Wambes, menjelaskan bahwa kepemilikan miras jenis Cap Tikus tersebut pemiliknya adalah bernama Rudi.

Berdasarkan keterangan para terdakwa tersebut, maka majelis hakim mengeluarkan putusan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kepsul, nomor 05 tahun 2011 tentang Minuman Keras sebagai berikut; terdakwa Suhardi Aufat dijatuhkan hukuman kurungan penjara selama 2 bulan, kemudian terdakwa Muhammad Nasir Ciu dihukum kurungan penjara 3 bulan, sedangakan saudari Nur lingsi Wambes dijatuhi kurungan penjara selama 1 bulan.

Hasil putusan tersebut akan ditindaklanjuti dengan eksekusi oleh jaksa setelah 3 hari ke depan untuk memberikan kesempatan kepada para terdakwa apakah menerima atau keberatan atas vonis majelis hakim. (FG)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*